TANGERANG, (B1) – Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Banten, Wahyu Hariyadi, mendorong seniman di wilayah Banten dan Tangerang Raya khususnya, untuk terus kreatif dan inovatif dalam berkarya.
Menanggapi akan adanya kegiatan “Mardi Gras Eco Art” di Citra Raya Cikupa, Ia mengatakan, ini adalah sebuah gagasan cemerlang, tidak hanya di Tangerang tetapi juga bagi Banten.
Karena menurutnya, jika dikonsep dengan baik, kegiatan tersebut tidak sekadar menciptakan ruang baru para seniman berkumpul dan berkarya, tetapi juga sebuah titik untuk mempertemukan seniman dengan kolektor dan pencinta seni selain galeri atau tempat-tempat lain yang kerap digunakan untuk pameran.
“Ide kreatif seniman Tangerang ini keren! Kalau kita lihat konsepnya, ini seperti pasar seni, Pasar Seninya Tangerang. Dan, sepertinya ini juga menjadi yang pertama di Tangerang, atau bahkan mungkin di Banten,” ujarnya.
Widi Hatmoko, salah seorang penggagas Mardi Gras Eco Art, mengungkapkan, pihaknya telah menerima berbagai masukan, tidak hanya dari unsur seniman, tetapi juga akademisi serta orang-orang yang mencintai dunia seni, terutama seni rupa.
“Alhamdulillah, tanggapannya bagus, positif, dan justru harapan mereka, terutama temen-temen seni rupa, pengennya ini segera dibuka. Bahkan, temen-temen seniman dari Bali juga sudah ada yang meminta kios untuk mereka berkarya dan memajang serta memamerkan karyanya,” ungkap Widi.
Widi juga menjelaskan, Mardi Gras Eco Art ini, 70 persen adalah pelukis, selebihnya ada dari penulis, animator, musik serta seni lainnya.
“Pengelola “Mardi Gras Eco Art” menyampaikan bahwa, program kami tidak sekadar menciptakan ruang komunikasi dalam mempertemukan para seniman dengan masyarakat secar luas maupun kolektor dan pencinta seni. Tapi juga memberikan ruang edukasi. Seniman yang bergabung di “Mardi Gras Eco Art” ini, tidak hanya diberikan kesempatan untuk berkarya serta memamerkan karyanya, tetapi juga meregenerasi dan memberikan edukasi seluas-luasnya. Eco Art yang kami gagas adalah sebagai salah satu bagian dari bentuk implementasi konsep ekologi melalui cipta, rasa dan karsa,” jelasnya. (way).
























