TANGERANG, (B1) – Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue. Gejala DBD yang terlambat dikenali dan diobati dapat mengakibatkan perdarahan dalam berbahaya.
Maka dari itu Lurah Pasir Jaya dan pengurus RW 04 bekerjasama dengan PT.Fumkilla Indonesia melalui CSR nya mengadakan penyemprotan di wilayah RW 04 dari 7 RT. Hal ini sebagai upaya pencegahan demam berdarah di sekitar rumah agar penyakit tidak menyebar luas.
Demikian disampaikan Lurah Pasir Jaya Ardi Irawan didampingi pengurus RW 04. Lurah menyampaikan cara pencegahan DBD di rumah seperti, DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus dengue.
“Jika tidak ditangani dengan tepat, maka berisiko mengalami komplikasi DBD yang bisa berakibat fatal. Pencegahan DBD penting untuk dilakukan agar terhindar dari risiko tersebut,’ ujarnya, Selasa, (8/8/23).
Oleh karena itu cegah dengan slogan pencegahan DBD yakni 3M, menguras, menutup, dan mengubur. Namun, prinsip pencegahan DBD bukan cuma itu, cara yang paling utama adalah dengan memastikan kita tidak digigit nyamuk Aedes aegypti untuk menghindari penularan demam berdarah.
“Ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah,” jelasnya.
Oleh karena itu jaga lingkungan tetap bersih, maka akan terhindar dari bermacam penyakit, terutama demam berdarah.
Tak kalah penting adalah menguras bak mandi seminggu sekali. Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak.
Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang.
Maka dari itu, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD yang paling utama. Kebiasaan ini dapat membasmi nyamuk Aedes aegypti serta memutus rantai penularan demam berdarah.
Bahkan, bersihkan juga wadah penampung air lainnya, jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi.
“Kita juga perlu menguras dan membersihkan berbagai wadah lain di rumah yang menampung air untuk mencegah demam berdarah. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras. biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk,” terangnya. (darjo).
























