SERANG, (B1) – Rencana Pemprov Banten yang akan merevitalisasi kawasan wisata ziarah Masjid Agung Banten Lama di Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, nampaknya tidak akan berjalan dengan mulus.
Hal tersebut dikatakan Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja selaku pewaris Kesultanan Banten. Hal itu terungkap usai Ia mengikuti kegiatan bertemakan “Semangat Nasionalisme & Persatuan Dalam Keluarga Kesultanan Banten” Rabu, (20/12/17).
Menurutnya, alokasi anggaran Rp330 miliar secara bertahap selama tiga tahun, untuk menata atau merevitalisasi kawasan mesjid Agung Banten Lama dirasakan ada kepentingan tertentu.
“Ini jujur yah,penting untuk semua pihak. Itu adalah salah satu janji Gubernur waktu ingin nyalon akan revitalisasi Banten Lama, itu sebenarnya adalah usulan dari kami,” klaimnya.
Bambang menjelaskan, adanya segelitir orang dan pihak ertentu yang kebetulan mensupport pihak tersebut karena adanya kepentingan.
“Nah ini, pihak Kenadiran Banten lama mereka buat kelompok sendiri sehingga kami di tinggalkan. Kalau kita di ikut sertakan di tim fikirnya ada kontroler kan begitu bunyinya. Jadi ada kepentingan tertentu ada niat tertentu,” ucapnya.
Masih adanya pihak pihak yang mengganjal keberadaan dengan kehadiran Sultan Banten, juga karena adanya expose di media mengenai pengadilan mencabut gelar kesultanan.
“Pengadilan Agama itu mencabut gelar Kesultanan Banten Lama intinya bukan itu bukan. Tetapi yang penting adalah mengakui adanya pengakuan terkait ahli waris dari kesultanan Banten” jelasnya lagi.
Bambang mempertanyakan kenapa dirinya dalam revatilisasi Banten Lama tidak dilibatkan, Ia menduga ada pihak pihak yang mengganjal.
“Sekarang pertanyaannya apa ? kenapa ? ada apa mereka ko begitu ?.” ungkapanya
Keraguan Bambang akan berjalan dengan mulusnya revitalisasi banten lama juga di kuatkan dengan ketidak berhasilan pihak pihak kenadiran Banten lama yang pada tahun lalu dalam penataan PKL.
“Tahun 2016 lalu juga kan dana sudah bergulir Rp30 milliar untuk penataan PKL di Banten Lama, namun belum berhasil kemana uangnya ?. Apalagi ini untuk revitalisasi sekitar Rp330 milliar yang saya dengar, besar sekali. Tapi kalau melihat pengalaman yang sebelumnya, jangan jangan ini juga sama. Karena kami juga tidak diikut sertakan untuk revitalisasi, kami mendukung karna kami yang mengusulkan awalnya,” tukasnya. (faiz).























