TANGERANG, (B1) – Osteoporosis adalah kondisi saat kualitas kepadatan tulang menurun. Kondisi ini membuat tulang menjadi keropos dan rentan retak.
Osteoporosis umumnya baru diketahui setelah ditemukan retak pada tulang, setelah pasien mengalami jatuh ringan. Retak pada pergelangan tangan, tulang pinggul, dan tulang belakang adalah kasus yang paling banyak ditemui pada penderita osteoporosis.
Di Indonesia, sebanyak 23 persen wanita berusia 50-80 tahun dan 53 persen wanita berusia 70-80 tahun mengidap osteoporosis, berdasarkan hasil penelitian pada tahun 2006. Risiko wanita mengidap osteoporosis empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko pada pria.
dr. Leny Puspitasari Specialis Penyakit Dalam RSHV mengatakan osteoporosis umurnya dialami oleh wanita yang telah memasuki masamenopause, osteoporosis juga dapat terjadi pada pria, wanita yang berusia lebih muda, dan anak-anak. Kekurangan kalsium diperkirakan menjadi penyebab kasus-kasus osteoporosis di Indonesia.
“Umumnya tidak ada tanda-tanda terjadinya osteoporosis di awal masa menurunnya kepadatan tulang. Namun beberapa kondisi berikut dapat menjadi gejala terjadinya osteoporosis, antara lain sakit punggung, postur tubuh bungkuk, menurunnya tinggi badan, lebih sering mengalami cedera/keretakan tulang,” papar dr. Leny saat bincang sehat yang diadakan RS Siloam Hospitals Lippo Village, Sabtu, (16/12/17).
Dijelaskan, tulang pada umumnya beregenerasi dari tulang yang rapuh dengan tulang baru. Saat anak-anak, tulang tumbuh dan mampu memperbarui dengan cepat.
Pada rentang usia 16-18 tahun, tulang perlahan-lahan akan berhenti tumbuh, sementara massa tulang akan terus bertambah hingga usia akhir 20-an. Namun proses ini melambat seiring dengan pertambahan usia manusia. Secara perlahan, kepadatan tulang akan makin berkurang dan proses ini dimulai sekitar umur 35 tahun.
Di Indonesia, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung kalsium menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah pengidap osteoporosis di Indonesia.
Usia tua, adalah salah satu Faktor terjadinya osteoporosis. Adapula faktor keluarga yang mengidap osteoporosis, sering mengonsumsi minuman keras dan perokok.
“Cara mencegahnya dengan tes kepadatan tulang. Menerapkan pola makan sehat disertai dengan melakukan olahraga secara teratur. Perbanyak makanan yang kandungan vitamin D dan kalsium. Tidak merokok dan mengurangi minun minuman keras,” tandasnya. (bayu/hat).
