Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAUncategorized

Kabupaten Serang Akan Kurangi Pola Konsumsi Beras dan Terigu

×

Kabupaten Serang Akan Kurangi Pola Konsumsi Beras dan Terigu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
SERANG, (B1) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, berencana menurunkan pola konsumsi beras dan terigu. Caranya dengan merubah pola pikir “mindset” ke arah pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA).
Hal itu dikatakan Bupati  Serang Ratu Tatu Chasanah saat memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) di Pendopo Kabupaten Serang, Senin, (30/10/17)
Tatu menjelaskan, kedaulatan pangan tidak hanya dari beras dan terigu, namun juga dari sumber karbohidrat lainnnya yang meningkatan penyediaan konsumsi pangan yang beragam dan bergizi. Sehingga masyarakat bisa budidaya berbagai komoditas yang dapat di lakukan di sekitar rumah  dengan  cara  mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan sekitarnya.
“Sesuai dengan tujuan hari pangan sedunia bahwa upaya penganekaragaman konsumsi pangan diarahkan untuk meningkatkan kualitas  konsumsi  pangan masyarakat kearah asupan pangan yang lebih beragam. Seperti, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan, memelihara ternak dan  ikan,” ungkapnya.
Tatu menambahkan, pola konsumsi pangan masyarakat kabupaten serang sampai saat ini menunjukkan kecenderungan kurang beragam dari jenis pangan dan keseimbangan gizinya, hal ini ditunjukkan dari hasil pencapaian skor pola pangan harapan (pph) pada tahun 2016, baru mencapai 85,6 dari skor ideal pph 100.
“Melalui peringatan hari pangan sedunia (HPS) ke-37 ini, mari kita optimalkan pemanfaatan sumber daya pangan lokal untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan pangan di kabupaten serang, melalui pengurangan konsumsi beras dan terigu,” imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang Budiono mengatakan, meski beras sudah menjadi bahan pokok masyarakat Indonesia harus ada antisipasi dengan adanya cadangan dari masyarakat untuk perlahan beralih bahan pokok yang bergizi
“Pemerintah sudah   melakukan upaya agar warga bisa memproduksi ragam pangan dengan memberdayakan pangan lokal sebagai pengganti beras, ketika gagal panen masyarakat bisa menggunakan pangan lain dan masyarakat tidak merasa kaget dengan pangan lokal tersebut” ujarnya.
Budiono mengaku sudah mengajak kerjasama pengurus PKK untuk turun kebawah dengan menciptakan menu baru. Sehingga dari makanan tersebut bisa dibuat dengan menarik dan menjadi daya tarik.
“Kita ajak istri camat dan kepala desa untuk melakukan sosialisasi secara berkelanjutan,” tandasnya. (Faiz/mg).
Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post