SERANG, (B1) – Tokoh masyarakat sekaligus sepuh di Kota Serang, Nadjmudin Busyro ikut angkat bicara mengenai panasnya suhu politik yang terjadi saat ini. Ia meminta kepada sejumlah Bakal Calon Wali Kota Serang periode 2018-2023 untuk tetap mengedepankan nilai nilai kerukunan agar kondusifitas di Kota Serang tetap tercipta.
Ia mengaku bangga di Kota Serang ada banyak Bakal Calon Wali Kota Serang, artinya, kata dia, demokrasi di Kota Serang sangat baik. Ia menuturkan, hal pertama yang harus dilakukan oleh Bakal Calon Wali Kota jika nanti lolos menjadi Calon Wali Kota dan menang di perhelatan lima tahunan itu, maka ia harus dapat mengabdi secara full.
Ia meminta pengabdian itu dilakukan, tanpa pandang bulu dan tanpa melihat dia mendukung atau tidak saat Pilkada.
“Banyak yang mencalonkan ya itu bagus lah, cuman istilahnya kan Wali Kota itu seorang pemimpin jadi pengabdiannya harus full nantinya, jangan karena didukung oleh kelompok tertentu, hanya kelompok itu yang diperhatikan, jangan sampai seperti itu,” katanya saat dihubungi, Rabu 27 September 2017.
Ia menilai, bakal calon yang biasanya memiliki gaya seperti itu adalah mereka yang memiliki latar belakang birokrat. Intinya, kata dia, siapapun yang jadi, harus kembali kepada nilai nilai kerukunan. Agar kesejahteraan dan keadilan di Kota Serang tetap diprioritaskan.
Dalam kegiatan yang berbeda, berdasarkan hasil survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia), Bakal Calon Wali Kota Serang, Vera Nurlaela Jaman, unggul di bandingkan calon lainnya dengan meraih angka sebesar 12,5 persen.
Disusul Nuraini 6,4 persen, Subadri Usuludin 5,3 persen, Ranta Soeharta 2,9 persen, Lalu Atharussalam Rais 2,9 persen, Wahyudin Jahidi 2,7 persen, Amanudin Toha 1,6 persen, dan yang menjawab calon lainnya 4,8 persen. Sedangkan yang menyatakan rahasia atau belum memutuskan adalah 60,9 persen.
Hal itu terungkap saat Persentasi Hasil Survei Bakal Calon Wali Kota Serang periode 2018-2023 oleh LSI di Hotel Le Dian Kota Serang, Rabu 27 September 2017. LSI merupakan lembaga survei yang ditunjuk Partai Demokrat untuk melakukan riset Bakal Calon Kepala Daerah di Seluruh Indonesia.
Keterlibatan LSI tersebut untuk dijadikan acuan bagi Partai mercy itu dalam menentukan Calon yang akan diusung.
“Pengumpulan data 11-16 September 2017, metode sampling atau multistage random sampling. Jumlah responden 440 dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Margin pada survei ini kurang lebih 4,8 persen,” kata Peneliti LSI Ardian Sofa saat menyampaikan Persentasi.
Sementara itu, kata dia, dari berbagai metode pertanyaan survei, nampak Vera Nurlaila Jaman yang menungguli baik elektabilitas maupun popularitas.
Seperti pada pertanyaan tertutup dengan menunjukan 8 orang Bakal Calon Vera meraih angka 25,5 persen. Kemudian Nuraini 14,1 persen, Subadri Usuludin 9,3 persen, Wahyudin Jahidi 8,0 persen, Lalu Atharussalam Rais 5,9 persen, Ranta Soeharta 4,8 persen, Amanudin Toha 2,7 persen dan Yhanu Setiawan 0,2 persen.
“Yang belum memutuskan, 29,5 persen,” ujarnya.
Selanjutnya tingkat pengenalan calon Vera masih unggul yakni 72,4 persen dan tingkat kesukaan calon 52,9 persen.
“Secara umum Vera mempunyai tingkat kesukaan yang cukup tinggi,” tuturnya.
Hadir pada kegiatan itu, Sekretaris Jendral Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan, Ketua DPD Demokrat Provinsi Banten, Aeng Haerudin, Ketua DPC Demokrat Kota Serang, Amanudin Toha, Para Bakal Calon Wali Kota Serang, Vera Nurlaila Jaman, Lalu Atharussalam dan Nuraini sementara Subadri Ushuludin, Wahyudin Jahidi dan Ranta Soeharta diwakilkan.
Sekjen Demokrat, Hinca Pandjaitan, mengatakan kegiatan itu menunjukan ketebukaan Partai Demokrat terhadap masyarakat. Menurutnya pihaknya tidak memihak kemanapun. Itu juga akan menjadi pertimbangan di DPP.
“Nanti 4 wilayah di Banten yang ikut Pilkada rekomendasinya bareng, yang pertama dikeluarkan, Oktober ini,” tuturnya. (Arai).
























