SERANG, (B1) – Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, beri pelatihan lapangan kepada seluruh personelnya. Pembatas jalan berbahan plastik dan traffic cone tak luput digunakan sebagai analogi berfikir untuk memudahkan personel memahami learning point pelatihan tersebut.
Dalam pelatihan tersebut, Shinto mencontohkan adanya perbedaan tampilan bidang pembatas jalan dan traffic cone jika dilihat dari tiga sudut pandang, Utara-Timur-Barat.
“Perbedaan perspektif ini jugalah yang perlu dilatih intuisinya untuk melihat satu kegiatan dari berbagai sisi pemberitaan,” kata Shinto, di Mapolda Banten, Senin, (16/8/21).
Dikatakan, kegiatan yang diliput oleh Bidhumas Polda Banten cukup banyak setiap harinya. Namun dari berbagai kegiatan itu, tentu saja ada kegiatan prioritas yang perlu dinaikkan sebagai berita menarik yang dapat diliput oleh media TV, radio dan media mainstream lainnya.
“Jika intuisinya terlatih, maka personel akan memahami mana kegiatan prioritas yang layak naik di media TV, radio, media cetak dan media mainstream lainnya. Sehingga satu hari sebelumnya sudah melayangkan undangan ke media tersebut untuk diliput,” tandasnya.
Lanjut Shinto, Jika fungsi humas gagal dalam pelatihan intuisi untuk melihat perspektif menarik dan layak diliput oleh media, maka akan menjadi kerugian secara internal dan pihak lain dapat memanfaatkan peluang itu untuk pemberitaan positif bagi komunitasnya.
“Jadi saya ingin teman-teman humas dapat berlatih untuk mengenali berbagai perspektif yang dapat dieksplore dari berbagai kegiatan yang dilakukan harian. Sehingga dapat meng-endorse kegiatan tersebut dalam peliputan yang lebih luas,” tukasnya. (hum/sus).
























