TANGERANG, (B1) – Menanggapi kenaikan harga daging sapi jelang Idul Fitri lalu, Kepala Bulog Cabang Tangerang Panji Lumadyantoro membeberkan beberapa penyebab kenaikan harga daging.
Menurutnya, daging sapi sangat diminati konsumen saat bulan Ramadan dan Idul Fitri. Selain itu, harga daging Sapi memang sudah empat bulan terakhir masih di atas rata-rata harga normal.
“Untuk daging sapi sendiri memang empat bulan sebelum puasa memang harganya msh lebih tinggi dibanding daging kerbau dan ayam. Angka kewajaran daging sapi itu di Rp110 ribu/Kg. Selain itu, para konsumen juga memilah jenis potongan dagingnya, ada yang lemak, sengkel, paru, hati, dan lain lain. Harganya pun juga bervariasi,” bebernya.
Panji menjelaskan, di Tangerang sendiri masih kekurangan stock daging sapi import. Akan tetapi Pemerintah Pusat memberikan izin adanya daging impor kerbau beku.
Dimana harga daging kerbau dirasa lebih murah dan terjangkau. Selain itu dirinya menegaskan, daging kerbau itu higienis karena dibekukan sampai dengan level tertentu.
“Daging kerbau beku ini kami pasarkan untuk memberikan pilihan kepada konsumen, dikala daging yang lain mahal. Konsumen bisa beralih ke daging kerbau, namun semuanya juga pilihan diserahkan kepada konsumen,” tandasnya.
Dirinya juga berharap, semoga harga bahan pokok khususnya daging sapi yang ada di Tangerang dan sekitarnya kembali stabil. Sehingga terciptanya pemulihan roda perekonomian di masyarakat. (kom/sus).
























