CILEGON, (B1) – Alumni Australian National University, Canberra, Abdul Hakim MA, memperkirakan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon Ati-Sokhidin, unggul di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon 2020.
Menurutnya, tingkat keterpilihan (elektabilitas) Ati-Sokhidin sangat tinggi, dikarenakan, keduanya didukung oleh partai politik (Parpol) pemilik kursi terbanyak di DPRD Cilegon.
“Dukungan dari partai dan legislatif itu penting, agar laju pemerintahan tidak pincang.Nah, pasangan Ratu Ati-Sokhidin ini mencerminkan hal itu,” katanya, Senin (2/11/2020).
Pemerhati sosial politik itu menuturkan, dari segi ketokohan dan pengalaman, keduanya juga sudah tidak perlu diragukan lagi dan saling melengkapi.
“Kita tahu bahwa Ratu Ati adalah mantan Kepala Bappeda dan Plt Sekda yang memulai karir dari bawah sebagai guru desa. Predikat sebagai pemimpin berpengalaman melekat pada dirinya,” ujar pria yang juga merupakan Pembina di Lembaga Kita Indonesia.
Sementara Sokhidin, lanjutnya, memiliki catatan sangat luar biasa sebagai mantan Wakil Ketua DPRD Cilegon, yang memulai karir sebagai anggota Polri.
“Tentunya, sebagai sosok yang pernah berkarir di Kepolisian, sikap tegas dan disiplin sangat melekat terhadap pribadi Sokhidin. Perpaduan dua sosok ini, mewakili eksekutif dan legislatif, sehingga dinilai akan mampu memimpin Kota Cilegon dengan baik,” kata Hakim.
Sehingga, sambungnya, ketika keduanya duduk sebagai Walil Kota dan Wakil Wali Kota, Ati-Sokhidin sudah tidak perlu meraba-raba lagi.
“Dengan pengalaman yang dimiliki, tentu keduanya sudah punya guidance. Arah kompas kepemimpinan mereka sudah jelas, tidak meraba-raba. Ini modal yang sangat penting,” ujarnya.
Ketiga faktor tersebut, masih kata Hakim, merupakan Trimurti kunci kesuksesan.
“Tiga keunggulan itu, hampir tidak dimiliki oleh calon lainnya di Cilegon,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, masyarakat membutuhkan kepemimpinan yang dapat mengelola harapan publik di tengah situasi yang semakin terpuruk akibat dampak tak terduga baik secara ekonomi maupun sosial dari Covid-19.
Situasi psikologi dengan kompleksitas yang mengendap di tengah masyarakat tersebut, lanjutnya, hanya akan bisa disegarkan oleh pemimpin yang memiliki kemampuan sekaligus pengalaman.
“Hal itu adalah mutlak,” tandasnya.
Diketahui, sejauh ini pasangan Ati- Sokhidin (PAS) didukung oleh empat Parpol, yakni Golkar (10 kursi), Gerindra (6 kursi) Nasdem (4 kursi) dan PKB (1 kursi), dengan jumlah total 21 kursi, dari 40 kursi di DPRD Cilegon. (Baehaqi).























