TANGERANG, (B1) – PAC PAN Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, prihatin terhadap nasib guru. Menurutnya guru honorer saat ini kurang diperhatikan pemerintah.
“saya mau bertanya kepada seluruh bapak dan ibu yang berada di depan jika nanti sudah menjadi Walikota atau Wakil Walikota Tangerang, bagaimana nasib guru-guru terlebih guru honorer yang ada di Tangerang? ” ujar ketua PAC PAN Kecamatan Cibodas, Alen Veronica, sesaat sebelum penyampaian visi misi Walikota dan Wakil Walikota Tangerang di partai PAN, Sabtu, (12/8/17).
Alen Veronica adalah satu-satunya perempuan yang menjadi Ketua PAC di Partai Amanat Nasional. Alen sapaan akrabnya mengaku dirinya sudah bertahun-tahun menjadi guru Sekolah Dasar Negri 3 Panunggangan dan miris melihat rekan-rekannya kesulitan dalam menghadapi ekonomi keluarga terlebih bagi yang menjadi kepala runah tangga.
“saya meminta kepada bapak dan ibu untuk tidak membuka lagi profesi guru ditahun depan lebih baik guru-guru honorer tersebut diangkat terlebih dahulu baru membuka kembali” pungkasnya.
Sementara itu Walikota Tangerang Arief R Wismansyah usai visi misi mengatakan, guru Honorer belajarnya jangan cuma sebagian tapi harus penuh.
“sekarang mereka mengajar kurang dari 20 jam. jika nanti kita angkat harus 40 jam dalam seminggu itu syaratnya” ujar Arief.
Arief Melanjutkan, pihaknya sedang mengadakan 1000 ruang belajar dan itu sedang berjalan. SD sebanyak 300, SMP 32 di lima Kecamatan akan dibangun tahun depan. Yang jadi masalah pihaknya tidak bisa mengandalkan APBD saja, tetapi juga harus mandiri sehingga tetap akan diprioritaskan.
“sekarang kita sedang bekerja sama dengan swasta SMP, swasta kita subsidi dan akan kita gratis untuk pendidikan Kota Tangerang” ungkapnya.
(candra).
























