TIGARAKSA, (B1) – Dimasa Pendemi Covid-19, Pemkab Tangerang, terus berupaya penataan kawasan padat kumuh miskin dan rumah tidak layak huni melalui beberapa program kegiatan.
Penanganan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni yakni, pertama program pakumis plus (gerakan bersana rakyat, atasi kawasan padat, umuh dan miskin).
Kedua, program penataan kawasan perumahan dan permukiman di pesisir melalui Gerbang Mapan (gerakan pengembangan masyarakat pantai). Ketiga, rencana program penataan kawasan perumahan dan permukiman skala besar (Tahun 2021).
Keempat, rencana program pembangunan rumah susun pekerja industri, aparatur sipil negara, dan masyarakat berpenghasilan rendah (Tahun 2021), dan kelima, inovasi pembangunan perumahan dan permukiman dalam menghadapi pandemi covid-19
“Pada masa pandemi COVID-19, Kita masih melaksanakan program-program pembangunan pada tahun 2020-2021 dan pembangunan kawasan padat kumuh miskin ini bisa terus berlanjut,” ujar Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, saat acara Webinar peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2020, dengan tema “Housing For All: A Better Urban Future”.
Sementara, Plt Sekjen Kementrian PUPR Anita Firmanti mengatakan, Webinar ini ajang yang penting bagi semua dalam strategi pembangunan. Tatakelola kelembagaan pembiayaan berkolaborasi dan pemberdayaan serta kendala permasalahan yang di hadapi, termasuk upaya pembangunan pada era adaptasi kebiasaan baru oleh berbagai aktor pembangunan baik di tingkat pusat dan daerah.
“Saya harap upaya percepatan pemenuhan permukiman dan perumahan layak huni dan berkelanjutan ini dapat segera terwujud,” ucapnya.
Anita juga mengatakan, Webinar diselengarakan selama tiga hari mulai 28 hingga 30 september 2020. Webinas diikuti oleh 746 peserta yang berasal dari unsur pemerintah, Pemda, akademisi, swasta dan masyarakat
Lanjutnya, acara dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama membahas pembangunan perumahan dan perkotaan di Indonesia oleh Pemerintah Pusat dan Daerah.
Sesi kedua membahas kota untuk bersama perwujudan kota yang setara, mandiri, bagi seluruh masyarakat. Dan sesi ketiga, membahas pembanguanan perumahan dan perkotaan di Indonesia oleh swasta dan masyarakat.
“Saya mengapresiasi kepada narasumber yang telah berkenan memberikan pencerahan terkait pembangunan pertumbuhan di kota/kabupaten. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (kom/sus).
























