Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAKESEHATANLINGKUNGANPOLITIKUncategorized

RSKM Keluarkan Dua Hasil Swab Berbeda, IDI : Sangat Mungkin, Ada Kasus Serupa

×

RSKM Keluarkan Dua Hasil Swab Berbeda, IDI : Sangat Mungkin, Ada Kasus Serupa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

CILEGON, (B1) – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banten, Budi Suhendar, mengatakan, adanya perbedaan hasil tes swab bisa saja terjadi dalam waktu dekat.

Example 300x600

“Dari tanggal 3 sampai tanggal 7 hasilnya berbeda itu sangat mungkin terjadi.
Karena ada jeda waktu beberapa hari.
Yang perlu diketahui adalah, banyak kasus terjadi hal yang sama. Tes berulang-ulang hasilnya berbeda. Jika ada hasil yang berbeda, maka hasil tes yang positif lah yang harus diambil sebagai langkah antisipasi pencegahan penyebaran virus,” ujarnya.

Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi menegaskan, hasil swab yang digunakan oleh KPU adalah hasil swab yang positif sesuai kesepakatan dengan tim dari IDI, meskipun ada hasil lain yang negatif.

Hal itu menurutnya, untuk menjaga kehati-hatian dan upaya untuk melakukan antisipasi semata.

“Semua orang berhak membela dirinya, KPU tidak bisa mengabaikan hak-hak semua peserta. Karena dia (Ratu Ati, red) membawa bukti pembanding dan bukti swab. Dan tentunya posisi itu kita sampaikan,” kata dia.

Irfan kembali menegaskan bahwa positif Covid-19 itu sama sekali tidak mengugurkan Ratu Ati sebagai calon Walikota Cilegon.

“Saya tegaskan, positif Covid-19 ini tidak mengugurkan yang bersangkutan sebagai calon, hanya menunda proses saja. Calon yang bersangkutan harus menjalani isolasi dulu baru setelah itu dites kembali,” terangnya.

Jika hasil tes setelah masa isolasi mandiri selesai dan diswab hasilnya negatif, lanjutnya, maka proses selanjutnya berjalan sebagaimana calon lain.

Sementara itu, Ratu Ati Marliati meminta KPU Cilegon agar mengisolasi calon lain karena berinteraksi dengannya, jika memang KPU menetapkan dirinya positif Covid-19.

Hal itu dikatakan Ratu Ati menyusul keputusan KPU yang tetap menolak second opinion atas hasil swab dua rumah sakit ternama yang menyatakan hasil swab-nya negatif.

Menurutnya, calon lain sempat melakukan kontak dengannya, kemarin.

“Kalau memang saya dinyatakan positif Covid-19, maka mari kita penuhi protokol kesehatannya. Yang diisolasi jangan hanya saya, tetapi kandidat lainnya juga harus diisolasi. Kan seperti itu protapnya,” kata Ati di RSUD Cilegon usai melakukan tes kesehatan.

Ratu Ati menegaskan, KPU harus adil memperlakukan warga negara, dan memberlakukan sama terhadap semua calon sesuai dengan protokol Covid-19.

Jika KPU tidak mengisolasi calon lain yang berinteraksi dengannya, maka arahnya jelas bahwa dirinya memang didzolimi.

“Saya ingin bertanya ke teman-teman wartawan, hasil tes swab saya dari RSKM dan RS Siloam ini apakah dianggap tidak berarti?. Lalu apakah KPU meragukan kredibilitas rumah sakit sekelas Siloam,” tanyanya.

Karenanya, ia tetap menolak keputusan KPU dan mengaku sangat dirugikan dengan keputusan KPU yang menolak hasil swab negatif dirinya.

Namun ia mengimbau masyarakat Cilegon tetap bersabar. “Ibu memohon, kepada masyarakat Cilegon untuk tetap bersabar, berdoa, insyallah ibu sehat,” tandasnya. (Baehaqi).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post