Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BERITA PILIHANKESEHATANUncategorized

Warga Kramatwatu Serang Derita Kanker Yang Tak Kunjung Sembuh

×

Warga Kramatwatu Serang Derita Kanker Yang Tak Kunjung Sembuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

SERANG, (B1) – Hanya bisa pasrah dan berharap ada uluran tangan tuhan lewat para dermawan, begitulah yang diungkapkan Neneng Safitri (33) warga Kampung Baru, RT 03 RW 01, Desa Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, yang saat ini tengah menahan ganasnya kanker payudara yang sudah bersarang ditubuhnya sekitar satu tahun lebih.

Example 300x600

Dengan keterbatasan ekonomi, ibu dari dua anak yang tinggal disebuah rumah kontrakan berukuran 3×5 meter itu menceritakan, awalnya ia mengira bahwa penyakit yang menyerangnya itu akibat guna-guna, sehingga dirinya memutuskan untuk berobat ke kyai dan orang pintar.

Namun ternyata, usahanya itu pun sia-sia, Kiyai maupun orang pintar tempat ia meminta pertolongan malah menganjurkan dirinya untuk berobat ke dokter.

Namun karena terkendala dengan biaya neneng hanya mengobati penyakitnya dengan obat ala kadarnya.

“Udah dibawa berobat kemana aja enggak berhasil. Berobat ke kyai, tabib, ke dokter harus butuh dana, enggak ada dananya, harus dioperasi. BPJS sendiri enggak punya. Terus beli obat warung aja sekarang, kalau nyut-nyutan (nyeri) minum obat warung,” tuturnya saat ditemui di kontrakannya, kemarin.

Dengan kondisinya saat ini dirinya berharap ada uluran tangan dari para dermawan dan pemerintah untuk membantunya mengobati penyakitnya itu.

“Belum ada bantuan, ya semoga aja, pengen sembuh kasian anak-anak,” ujarnya sembari meneteskan air mata.

Di tempat yang sama, Hendra Setiawan (36) suami Neneng mengaku tidak bisa berbuat banyak, lantaran penghasilannya sebagai buruh lepas tidak seberapa.

Dengan penghasilan sekitar Rp1 juta perbulan, ia harus rela gunakan untuk berobat sekitar Rp400 ribu demi kesembuhan sang istri.

“Untuk bayar kontrakan Rp 400.000 setiap bulan, penghasilan juga tidak menentu. Pengen sembuh tapi siapa yang ngebantu. Saya minta bijaksana dan hati nuraninya pemerintah terhadap kita yang enggak mampu,” ujarnya sedih.

Dengan kondisi sang istri dirinya juga mengaku bingung lantaran di satu sisi khawatir kedua putranya yakni Ardiansyah Maulana (9) dan Arpan Herdiansyah (8), dapat tertular penyakit kangker payudara jika tidur bersama istrinya. Selain di rundung pilu karena penyakit sang istri, ia juga mengaku kedua anaknya terpaksa harus putus sekolah sejak satu tahun terakhir.

Ardiansyah Maulana hanya menginjakkan kaki hingga kelas tiga SD. Sedangkan sang adik, Arpan Herdiansyah hanya bersekolah hingga kelas dua SD.

“Anak-anak udah gak sekolah, kasian liat istri segala upaya udah enggak bisa gerak, nyuci, ngepel masak anak-anak yang ngerjain. Makan juga disuapin kalau lagi parah mah,” tukasnya. (Stevan).

Example 300250
Example 120x600
Script â„– 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post