CILEGON, (B1) – Melewati gang sempit, usai berolahraga bersama masyarakat di Komplek Perumahan Warnasari, bakal calon Wakil Walikota Cilegon, Sokhidin, bergegas untuk melangkahkan kakinya ke kediaman Aleysha Zahra (6).
Bocah yang diketahui menderita penyakit jantung dan leukimia itu tinggal di Lingkungan Kebanjiran, Nomor 39, Rt. 03/Rw. 02, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan.
Zahra saat ini tengah menjalani kemo terapi setiap satu minggu sekali ke salah satu rumah sakit di Jakarta.
Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon dari Fraksi Gerindra itu, terketuk hatinya untuk membantu.
“Semoga ini bisa membantu sedikit meringankan kebutuhan untuk operasionalnya,” kata Sokhidin, Minggu (19/7/2020) saat memberikan bantuan.
Tentunya untuk menjalani kemo terapi, lanjutnya, membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain memberikan bantuan, Sokhidin juga memberikan motivasi, kepada kedua orang tua Zahra, agar selalu sabar dan terus berikhtiar untuk kesembuhan putrinya.
“Keluarga harus tabah, sabar, Allah itu pasti kasih ujian kepada orang-orang yang kuat menghadapinya. Semoga Zahra selalu diberi kesehatan dan bisa cepat sembuh,” ujarnya.
Ditempat yang sama, ayah dari Zahra, Rohmat, menceritakan penyakit yang tengah diderita oleh anaknya.
Zahra, putri kedua Rohmat, menderita penyakit jantung sejak usianya 6 bulan. Sedangkan penyakit leukimia yang dideritanya baru diketahui pada Maret 2020 lalu.
“Jadi kita sekarang ini sedang menjalani kemo terapi untuk leukimia Zahra, setiap seminggu sekali kita harus berangkat ke Jakarta, kemo terapi ini sudah satu bulan ini berjalan,” kata Rohmat.
Rohmat juga mengatakan, biaya untuk perawatan selama kemo terapi di tanggung oleh BPJS.
Namun untuk operasional pulang-pergi ke Jakarta, dirinya mengaku sangat kesulitan.
Terlebih saat ini, dirinya sudah tidak lagi bekerja akibat terkena PHK ditengah pandemi Covid-19.
“Alhamdulillah masih ada yang mau bantu, memang sekarang kami merasa berat untuk biaya operasional bolak-balik ke Jakarta. Karena saya sudah tidak bekerja,” tuturnya.
Rohmat yang dulunya merupakan salah satu karyawan yang bekerja di Bekasi, kini harus mencukupi kebutuhan keluarganya dengan bekerja serabutan.
“Untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari saya kerja serabutan saja, karena sudah berenti bekerja, dulu saya bekerja di Bekasi,” pungkasnya. (Baehaqi).
























