CILEGON, (B1) – John Refra atau yang populer dengan nama John Kei, kembali menjadi perhatian publik, pasca ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyerangan ke rumah Nus Kei yang tidak lain merupakan pamannya sendiri.
Kebrutalan yang dilakukan Kei, bukan hal baru bagi warga Ibu Kota dan petugas Kepolisian.
Bahkan namanya dikenal di seluruh penjuru Indonesia terlebih tanah kelahirannya.
Ia menjadi salah satu legenda dari sekian nama preman kelas atas di Indonesia.
Minggu, 21 Juni 2020, Kei kembali ditangkap.
Padahal pada Desember 2019 yang lalu, ia baru saja keluar dari penjara dengan tingkat keamanan nomor 1, Nusa Kambangan.
Kei berikut puluhan anak buahnya ditangkap karena melakukan pengeroyokan dan pembunuhan.
Dibalik penangkapan Kei, ada sosok keturunan jawara yang berhasil menghentikan kebrutalan Kei dan puluhan anak buahnya.
Dia adalah Kombes Pol Tb Ade Hidayat, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya.
Keberanian dan ketegasan Ade Hidayat, mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Namun siapa sangka, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Selatan itu, ternyata merupakan putra kedua dari seorang tokoh yang juga merupakan Bapak Pembangunan Kota Cilegon, Almarhum TB Aat Syafa’at.
Dengan demikian, tak lain dan tak bukan, Kombes Pol TB Ade Hidayat juga merupakan adik kandung dari Calon Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati (RAM).
Ade lahir di Cilegon pada 24 Juni 1970.
Kiprahnya di dunia reserse sudah tidak diragukan lagi.
Lulus dari Akpol tahun 1993, sejumlah jabatan penting pernah ia bidani.
Ade pernah menjabat sebagai Kasubdit III Dittipidsiber Bareskrim Polri.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kasatreskrim Polrestabes Bandung dan Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Jabar.
Karirnya semakin mengkilap saat ia dipromosikan sebagai Kapolres Pandeglang (2012) dan Kapolres Karawang (2013).
Setelah itu, dia dimutasi sebagai Wadirreskrimsus Polda Kaltim (2014), Kapolresta Pontianak (2015) dan Kapolres Metro Jakarta Selatan pada 2016 silam. (Baehaqi).
























