JAKARTA, (B1) – Penanganan wabah Covid-19 yang dilakukan negeri China banyak dipuji. Meski pada awalnya sempat terlihat kurang tanggap, namun negeri ‘Panda’ ini berhasil mengendalikan infeksi.
Dutabesar Republik Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun memaparkan setidaknya ada tujuh poin penting yang merefleksikan penanganan Covid-19 di China.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi virtual yang diadakan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dengan tema ‘Covid-19: Belajar New Normal dari Negeri China’, Selasa (16/6/20).
Disebutkan Dubes, negeri Tirai Bambu itu saat menghadapi wabah Covid-19, Pertama, full response, pemerintah langsung mengambil alih.
Dikatakan, pada awal wabah muncul, pemerintah Kota Wuhan telah banyak dikritik sehingga penanganan akhirnya diambil alih oleh pemerintah pusat. Dimulai dengan membangun rumah sakit dalam waktu singkat.
Kedua, mobilisasi massal para tenaga medis ke Provinsi Hubei, khususnya Kota Wuhan sebagai pusat episentrum. Di mana pemerintah China, menurut Djauhari, telah mengerahkan 42.000 tenaga medis.
Ketiga, political determination. Ini sama seperti kita, penanggulangan Covid-19 menjadi prioritas nasional.
Keempat, timely policy adjustment atau kebijakan yang tepat waktu.
Kelima, stimulus ekonomi yang luar biasa besar juga diberikan oleh pemerintah China untuk berbagai sektor. Termasuk subsidi bagi UMKM, sektor pertanian, hingga energi. Pusat kesehatan di China pun gratis.
“Di sini, mereka (China), punya cadangan devisa di bulan Desember nyaris 3,2 triliun. Itu 25 kali cadangan devisa kita. Jadi stimulus ekonominya luar biasa,” terang Djauhari.
Keenam, terkait dengan informasi, pemerintah China, menekankan transparansi dan tindakan terkoordinasi.
“Setiap harinya, bahkan setiap jamnya, pemerintah memberikan informasi tidak hanya kepada masyarakat namun juga diplomat asing yang berada di China,” tandasnya.
Ketujuh, China sendiri mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanganan wabah Covid-19. Sejak awal wabah tersebut muncul, mereka telah mengembangkan obat-obatan dan vaksin.
“Kebetulan saya mengetahui beberapa perusahaan obat dan vaksin di sini. Untuk penanganan Covid-19, pokoknya sudah diaturlah kerja sama dengan kita (Indonesia),” pungkasnya. (mol/way).
























