TIGARAKSA, (B1) – Camat Kresek, Kabupaten Tangerang, Jaenudin menindak lanjuti berita terkait adanya oknum RT kampung pulo Desa Talok, Kecamatan Kresek, yang memotong Rp100 ribu dana bantuan sosial (Bansos) dari Kemenkes yang terdampak virus corona (covid-19).
“Berita itu sudah kami tindak lanjuti bersama Kepala Desa Talok. Para Kepala RT sudah dikumpulkan untuk dimintain keterangan,” kata Jaenudin, Jumat (1/5/20).
Jaenudin melanjutkan, di Desa Talok ada 276 yang mendapatkan bantuan Bansos Kementerian Sosial. Hanya di RT 09 yang meminta kepada warga yang menerima bantuan dana sosial (Bansos), namun sudah mengembalikan lagi ke warga.
“Dari 276 yang mendapatkan bantuan Bansos, hanya di Rt. 09 yang diminta oleh oknum RT itu. Namun sekarang sudah dikembalikan ke warga, di lokasi sudah selesai,” ujar Camat.
“Tadi pagi kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan pihak Polsek dan Koramil Kresek, desa, Rt menyelesaikan masalah tersebut, dan semenya telah selesai di lapangan,” tambahnya.
Sementara Kepala Desa Talok Bunyamin menegaskan terkait berita itu, pihaknya sudah mengumpulkan semua RT se Desa Talok untuk diminta keterangan. Dan hanya ada satu RT yang meminta ke warga penerima manfaat Bansos, dan oknum RT tersebut sudah mengembalikan.
“Salah satu oknum ketua RT sudah mengembalikan dana Bansos yang di minta. Sekarang di lapangan sudah selesai, berdasarkan musyawarah” terangnya.
Bupati Tangerang A Zaki Iskandar mengimbau kepada para RT untuk tidak melakukan pemotongan Bansos di masyarakat yang terdampak covid-19. Baik bantuan dari Kemensos, Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang.
“Masalah di Desa Talok cukup menjadi pelajaran. Tapi bila terjadi kembali, warga harus melaporkan ke aparat kepolisian ” tegasnya. (kom/sus).
























