SERANG, (B1) – Beberapa jam sebelum pergantian tahun. Eekira pukul 18.00 WIB, empat Kampung di wilayah Kabupaten Serang, tepatnya di Kecamatan Bojonegara terendam banjir.
Keempatnya, yakni Kampung Masigit yang berada di Desa Margagiri, dan tiga kampung lainnya, yaitu Kampung Pasar, Kampung Gunung Santri, dan Kampung Gedong, masuk kedalam wilayah Desa Bojonegara.
Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak BPBD Kabupaten Serang, selain karena hujan deras, yang menjadi faktor utama terjadinya banjir dikarenakan kondisi Gunung di wilayah tersebut hancur akibat penggalian yang dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang di wilayah itu.
“Di Desa Bojonegara selain hujan deras, banjir juga disebabkan oleh adanya aktifitas penggalian gunung, dan di Desa Margagiri itu terjadi akibat adanya penyempitan jalur kali serta tersumbatnya gorong-gorong,” jelas Farid Afandi selaku Kasubid BPBD Kabupaten Serang, Rabu (1/1/2020).
Akibatnya, ratusan rumah terendam banjir.
“Hujan deras yang terjadi sejak pukul 18:00 WIB hingga pukul 21:30 WIB, menyebabkan beberapa rumah terendam banjir,” pungkasnya.
Adapun berdasarkan data yang disajikan BPBD Kabupaten Serang, dampak kejadian di keempat Kampung diantaranya :
1. Kampung Pasar : ±80 rumah terendam 30-50 cm
2. Kampung Gunung Santri : ±50 rumah terendam 30-50 cm
3. Kampung Gedong : ±50 rumah terendam 30-50 cm
4. Kampung Masigit : ±50 rumah terendam 30-50 cm
Sementara itu, Tokoh Pemuda Gunung Santri Suherman mengatakan, banjir di wilayah Bojonegara disebabkan oleh pendangkalan kali.
“Terus alur di kali untuk pembuangan ke laut, sudah sangat diperkecil oleh perusahaan PT BAM. Arah yang ke sungai dari kali mati tembus ke kali bogem, kali nya sebagian sudah di urug (tutup),” terangnya.
Untuk itu, dirinya menuntut PT BAM agar bertanggungjawab.
“Kemana tanggung jawab perusahaan untuk warga Gunung Santri. Terus pembuangan air dari Gunung Santri ke Gurung Cungur sudah kecil tidak bisa menampung debit air yang begitu besar. Hampir tiap tahun banjir dan setiap hujan besar, air yang dari gunung tidak bisa mengalir ke laut,” ucapnya. (Baehaqi).
























