CILEGON, (B1) – Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati, dikejutkan oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Cilegon, Rabu (6/11/19).
Pasalnya dalam acara sosialisasi dan pembinaan IKM yang digelar oleh Disperindag Kota Cilegon, Ati didaulat sebagai Bunda IKM.
Ati tampak terkejut saat didaulat sebagai Bunda IKM, karena sebelumnya tidak ada konfirmasi kepada dirinya mengenai hal tersebut.
Para pelaku IKM yang hadir dalam Sosialisasi dan Pembinaan IKM yang digelar Disperindag di Aula Diskominfo Cilegon sepakat mendaulat Ratu Ati Marliati sebagai Bunda IKM karena menilai putri sulung Alm Tb Aat Syafaat itu sangat peduli terhadap perkembangan IKM Cilegon.
Hal tersebut dapat terlihat dari respon yang Ati berikan saat salah satu pelaku IKM, Irianto meminta agar Pemkot Cilegon menfasilitasi pusat pemasaran industri kecil.
“Tanpa ba bi bu, Ibu langsung memberikan instruksi kepada Kadisperindag Cilegon, Tb Dikrie Maulawardana untuk segera mengusulkan pembangunan pusat pemasaran industri kecil seperti yang diharapkan para pelaku IKM,” ungkap Irianto.
Atas penghargaan yang diberikan oleh para pelaku IKM, Ati berharap, IKM Cilegon bisa menjadi supplier untuk kebutuhan di perusahaan ataupun di lingkungan Kota Cilegon.
“Yang terpenting dalam pengembangan industri kecil adalah pemasaran yang berkelanjutan. Untuk itu, saya instruksikan kepada Pak Kadisperindag untuk segera mengusulkan pembangunan pusat pemasaran industri kecil itu,” kata Ratu Ati Marliati.
Ia mengungkapkan, sejauh ini Pemkot Cilegon telah memberikan stimulus berupa bantuan peralatan dan mesin kepada pelaku industri kecil sejak beberapa tahun terakhir.
Ia berharap perkembangan industri kecil di Cilegon memiliki daya saing sehingga dapat berkiprah baik di tingkat lokal, regional maupun global.
“Dan itu adalah tugas pemerintah berdasarkan undang-undang, yang muaranya tentu saja untuk mendorong agar semuanya (berdaya saing, red) bisa terwujud,” tandasnya. (Baehaqi).
























