Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADVERTORIALKESEHATANTANGERANG RAYAUncategorized

Forum Konsultasi Publik RSUD Kota Tangerang, Sarana Peningkatan Pelayanan dengan Libatkan Masyarakat

×

Forum Konsultasi Publik RSUD Kota Tangerang, Sarana Peningkatan Pelayanan dengan Libatkan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TANGERANG, (B1) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, gelar kegiatan Forum Konsultasi Publik (FKP), yang melibatkan ‘stake holder’. Kegiatan yang dilaksanakan di aula RSUD, Jalan Pulau Putri Raya, Perumahan Modernland, Kelapa Indah, Kota Tangerang, ini mengangkat tema ‘Sinergitas RSUD Kota Tangerang, Dengan Lintas Sektor Dalam Rangka Mewujudkan Kota Tangerang, Yang Sejahtera, Berakhlukul Karimah & Berdaya Saing’, Kamis, (27/6/2019), pagi.

Acara dibuka langsung oleh Direktur RSUD Kota Tangerang, dr.H. Feriansyah,MKn. Tampak hadir pula dr.Ediansyah selaku Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Provinsi Banten , Sekdis Dinkes Kota Tangerang, dr, Henny, TNI-Polri, kader posyandu dan undangan lainnya. Berkesempatan pula hadir, rombongan dari Rumah Sakit Umum Padang Panjang, Sumatera Barat.

Example 300x600

Saat membuka acara dr. Feriansyah mengatakan, Forum Konsultasi Publik diadakan berdasarkan PERMENPAN RB nomer 16 tahun 2017. FKP adalah kegiatan dialog diskusi pertukaran opini secara partisipatif antara penyelenggara layanan publik dengan public, untuk membahas antara lain.

Rancangan kebijakan penerapan kebijakan, dampak kebijakan, evaluasi pelaksanaan kebijakan ataupun permasalahan terkait pelayanan publik dalam kerangka transparansi dan efektifitas untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelayanan public.

“Tujuan FKP yaitu, memperoleh pemahaman hingga solusi dan tindak lanjut. Serta memberi kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan sumbang saran,” kata dr. Feri.

Dijelaskan dr, Feri, RSUD Kota Tangerang terus berbenah demi meningkatkan pelayanan. Sehingga RSUD Kota Tangerang telah berhasil meraih beberapa penghargaan, diantaranya.

Pada 2017 lalu, meraih penhargaan sebagai 10 wajib pajak bendaharawan pembayar pajak terbesar dari Kemenkeu. Lalu, sebagai role model penyelenggaraan pelayanan publik A (pelayanan publik sangat baik,red) dari Kemenpan RB, tiga tahun berturut-turut, mulai tahun 2016 hingga 2018.

Selanjutnya, meraih penghargaan akreditasi paripurna (A) KARS, penghargaan pelayanan publik sangat baik berdasarkan SKM (Walikota Tangerang), TOP IT Award (IT WORKS) dan yang terbaru mendapat sertifikat RSUD Syariah (MUKISI) pada Maret 2019.

“RSUD Kota Tangerang, akan terus meningkatkan pelayanannya. Baik sarana dan pra sarana, SDM nya hingga pelayanan. RSUD sudah mengalami dua kejadian kedaruratan, yakni gempa dan kebakaran. Dan Alhamdulilah, semua bisa lewat dengan sangat baik. Itu artinya, program ‘Saftey Breefing’ kita, dapat kita implementasikan,” tandasnya.

Peningkatan pelayanan di RSUD Kota Tangerang, mengacu pada standar mutu nasional rumah sakit dan standar mutu akreditasi syariah. Namun demikan, untuk pelayanan syariah, berbeda dengan rumah sakit Islam pada umumnya. Hal itu, lantaran RSUD Kota Tangerang untuk pelayananya lebih bersifat universal.

“RSUD Kota Tangerang, akan naik ke type B. Sebab di Kota Tangerang, sangat membutuhkan rumah sakit rujukan. Meski RSUD Kota Tangerang, dikatakan rumah sakit tanpa kelas, namun dokter spesialis dan sarana, pra sarana dan peralatan laninnya sudah masuk rumah sakit type B,” imbuhnya.

Ditambahkan oleh Dr.Feri,RSUD Kota Tangerang juga mempunyai beberapa program, yang tujuannya untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah program Sapa Cinta di Kolaborasikan dengan Program Universal Health Coverage (UHC) dari Pemerintah Kota Tangerang untuk pasien-pasien yang belum memiliki Jaminan BPJS UHC khususnya paaien tidak mampu.

“Bagi yang tidak mampu dan itu warga Kota Tangerang, kami akan bantu proses pengajuan administrasinya. Semua akan dituntaskan hingga waktu 3×24 jam. Saat ini di RSUD Kota Tangerang, tersedia 184 bed, untuk pasien berbagai keluhan. Saat ini, kita sudah ada 21 poli,” pungkasnya.

Sementara, dr. Ediansyah saat sesi tanya jawab mengungkapkan, Persi Banten, masih memantau perkembangan RSUD Kota Tangerang yang akan naik type. Hanya saja memang untuk naik type, tentunya harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan.
Semua standar tersebut harus terpenuhi, karena akan mempengaruhi klaim rumah sakit kepada BPJS kesehatan.

“Peningkatan RSUD Kota Tangerang ke type B, sebenarnya harapan semua ‘stake holder’ kesehatan di Tangerang. Sebab, jumlah poli, dokter spesialis, sapras hingga pelayanannya, RSUD Kota Tangerang, sudah sangat lengkap,” tandasnya.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan bersama ‘Maklumat Forum Konsultasi Publik’ oleh seluruh peserta yang hadir. (Adv).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post