SERANG, (B1) – Angka gangguan kamtibmas di Banten sepanjang tahun 2018 menurun. Dibanding tahun 2017 gangguan kamtibmas di Banten turun 11 persen pada periode sama, satu tahun sebelumnya.
Demikian diungkapkan Wakapolda Banten Brigjen Pol Tomex Kurniawan saat menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesadaran Nasional Polda Banten, di lapangan Mapolda Banten, Kamis (17/1/19).
Pada kesempatan itu Wakapolda menyampaikan amanat Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir yang mengingatkan, bahwa upacara yang dilaksanakan bukanlah sekedar rutinitas kegiatan fisik semata. Namun upacara mengandung makna yang sangat penting, dalam memupuk rasa cinta kepada tanah air.
Serta memperkuat kesadaran seluruh insan bhayangkara, untuk kembali kepada titahnya, yaitu sebagai pengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Awal tahun 2019, dari hasil analisa dan evaluasi yang telah kita lakukan, dapat di katakan bahwa situasi khamtibmas selama tahun 2018 dapat terpelihara dengan baik. Kondisi itu ditunjukan dengan menurunnya trend gangguan kamtibmas sebesar 11 persen. Dari 4514 kasus pada tahun 2017, menjadi 4037 kasus di tahun 2018. Pencapaian ini adalah prestasi atas hasil kinerja seluruh personil polda Banten dan jajaran,” beber Tomex.
Lebih lanjut Wakapolda menyatakan, ke depan Polri akan terus dihadapkan pada berbagai tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks. Hal itu sebagai dampak dari kontestasi pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019, yang puncaknya akan tiba tiga bulan mendatang.
“Agenda politik kini cenderung di warnai oleh masifnya penyebaran hoax, hate speech, isu politik identitas black campaign dan mobilisasi massa yang dapat menimbulkan konflik sosial. Bahkan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya.
Tomex mengajak seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai landasan moral dalam pelaksanaan tugas, serta tingkatkan soliditas dan pelihara integritas serta perkuat pengamalan tribrata dan catur prasetya.
“Mari bangun sinergi harkamtibmas dengen seluruh pemangku kepentingan. Baik dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, para tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun dengan mitra khamtibmas lainnya. Junjung tinggi netralitas, hindari perilaku dari gestur tubuh yang dapat diartikan sebagai dukungan politik bagi calon tertentu. Dan sebarkan semangat persatuan dan kesatuan kepada masyarakat agar dapat terwujudnya pemilu 2019 yang aman, sejuk, dan damai,” tandasnya. (hum/santi).
























