TIGARAKSA, (B1) – Ananta Wahana, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2018, di lapangan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Minggu, (21/10/18) malam.
Ananta menyatakan, hari Santri yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden No 22 Tahun 2015, merupakan sebuah bentuk penghormatan dan rasa terima kasih negara terhadap kontribusi para kiai, alim ulama, santri, dan seluruh komponen bangsa yang mengikuti teladan alim ulama dalam perjuangan kemerdekaan.
Menurutnya, dalam momen HSN tahun 2018, pemerintah harus memberikan perhatian yang sangat serius kepada Santri, terutama santri yang berasal dari pondok pesantren salafiyah.
“Terutama di Banten. Saya melihat masih banyak pesantren salafiyah yang masih perlu perhatian terkait infrastruktur, kesejateraan guru, maupun kesehatan santrinya,” katanya.
Anggota DPRD Provinsi Banten ini menegaskan akan mendorong Pemprov Banten, untuk membuat Peraturan Daeerah terkait Pesantren Salafiyah.
“Mudah-mudahan melalui perda-perda tersebut kita memiliki payung hukum dalam memberikan perhatian kepada para santri. Sehingga para Kiai dapat merasakan perhatian dari Negara teradap usaha mereka mencerdaskan anak bangsa,” tandasnya.
Ananta yang juga Caleg DPR RI Dapil Banten III dari PDI Perjuangan menambahkan, Ia mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional, semoga para santri dapat bersama-sama membangun Indonesia Raya yang adil sejahtera.
Ustad Mursyid salah satu Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah di Sindang Jaya merasakan perhatian dari Ananta Wahana terhadap kondisi pesantren.
“Setiap usulan kami dari pondok pesantren, bertepatan kegiatan reses DPRD Provinsi Banten, selalu diperjuangankan mas Ananta,” akunya.
Mursyid mendoakan agar Ananta Wahana menjadi salah satu legislator yang duduk parlemen DPR RI, tahun 2019.
“Ananta Wahana telah terbukti sangat perhatian ke pondok pesantren dan santri di Kabupaten Tangerang. Saya mendukung perjuangannya untuk duduk di DPR RI,” pungkasnya. (les).
