TANGSEL, (B1) – Gara-gara proyek jalan di Tangsel, FM seorang pengusaha kenamaan di Tangsel dilaporkan warga ke SPKT Polres Tangsel. Pelaporan dilakukan lantaran FM diduga melakukan tindak kekerasan terhadap TC selaku ketua RT.
Berdasarkan penjelasan yang diutarakan TC, peristiwa bermula saat adanya pengerjaan pengaspalan jalan di Kampung Jurang Mangu RT.02/04, Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (26/9/18) malam.
Saat itu katanya, Ia selaku ketua Rt 2 bermaksud meminta pengusaha untuk dapat bersinergi dengan masyarakat. Saat itu Ia hanya meminta penjelsuan soal pengerjaan proyek yang sedang dikerjakan.
Namun ternyata, respon yang diterimanya malah tidak mengenakan. TC mengaku, justru beberapa saat kemudian Dirinya mendapat perlakukan penganiayaan.
“Saya selaku RT berusaha meminta penjelasan ke pengusaha. Karena saya bertanggung jawab apa yang ada di lingkungan ke warga tapi malah mendapat kekerasan,” akunya.
Dikatakan, Ia datang ke lokasi proyek sekitar pukul 01.00 WIB. Namun berselang satu jam kemudian yakni sekitar pukul 02.00 WIB, seorang pengusaha bernama FM mendatangi kediamannya bersama lima orang lainnya.
Dari lima rekan FM, tiga diantaranya, menurut TC diduga adalah oknum aparat, lantaran berseragam dan satu lagi kenakan celana pendek loreng.
“Datang dekitar pukul 02:00 WIB dan kebetulan di rumah saya mati lampu. Saat itu terjadi perdebatan antara saya dan enam orang itu. Lalu saya tiba-tiba dipiting dan dipelintir tangan oleh oknum aparat tersebut. Saya jatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri,” ungkap TC, usai laporan ke SPKT Mapolres Tangsel, Kamis, (27/9/18).
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP. Alexander Yurikho mengaku sudah mengetahui soal pelaoran tersebut. Menurutnya laporan diterima anggotanya pada pagi hari. Dan kasusnya katanya masih dalam proses.
“Ya, laporanya sudah masuk tadi pagi. Dan laporannya, sedang proses penyidikan,” kata Kasat. (Btl).
























