TANGERANG, (B1) – Matana University laksanakan wisuda angkatan perdana sekaligus Dies Natalis IV tahun
akademik 2017/2018. Kegiatan dirangkai pula dengan grand opening lobi baru, Jumat, (21/8/19).
Yang menarik, wisuda dihadiri oleh Ketua PBNU KH. Said Agil Siradj,
perwakilan Menristekdikti M. Samsuri selaku Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III serta Ketua Yayasan Matana University.
Arry Basuseno Rektor Matana University menjelaskan, wisuda perdana Universitas Matana angkatan pertama, melepas sebanyak 86 mahasiswa, yang terdiri dari, S1 Manajemen 27 orang, S1 Akuntansi 38 orang, S1 Computer Engineering 4 orang, dan S1 Teknik Informatika 17 orang.
Pada kesempatan itu pula, dilakukan grand opening lobi baru, kapus. Hal itu demi meningkatkan pelayanan sarana dan pra sarana.
Penggunaan lobi Matana University ditandai dengan pemukulan gong oleh Prof. KH. Said Aqil Siroj selaku Ketua PBNU yang sebelumnya dirangkai dengan suhuhan tari-tarian persembahan dari
mahasiswi-mahasiswi Matana University.
“Melalui pendidikan, kita ingin ikut meningkatkan kualitas bangsa ini, kita merangkai persatuan dan
kesatuan bangsa. Melalui pendidikan, keberagaman dan kebhinekaan kita jadikan modal untuk menjadi lebih baik, bahkan jauh lebih baik,” terangnya.
Dikatakannya, dalam melaksanakan semua itu Universitas Matana
akan senantiasa bertanya kepada masyarakat dan industri, apa yang dibutuhkan?
“Kami akan
memenuhi kebutuhan itu. Kepada para wisudawan/wisudawati, sekali lagi saya menyampaikan selamat atas keberhasilannya. Momentum ini bukanlah merupakan puncak dari apa yang kalian cita-citakan,
tetapi ini adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya.
Dalam zaman kekinian yang
dipenuhi dengan ‘disruption’ jadilah agen perubahan di lingkungan di mana kalian berada. Kiranya pencapaian gelar akademik ini dapat lebih meningkatkan kinerja kalian. Garamilah dan
terangilah dunia sekitarmu,” pesannya.

Sementara Ketua PBNU KH. Said Agil Siradj mengatakan, NU mendukung sepenuhnya keberadaan lembaga pendidikan di Indonesia. Pasalnya dunia pendidikan adalah bidang yang amat penting dalam membangun bangsa.
“Tantangan ke depan, negara ini masih sangat membutuhkan SDM yang cerdas dan berkualitas. Keberadaan sekolah atau lembaga pendidikan patut kita dukung,” ucapnya.
Said Agil merasa senang dapat menghadiri wisuda angkatan pertama dan Dies Natalis IV Mata Universiti. Ke depan, Ia berharap keberadaan kampus, sekolah atau lembaga pendidikan yang berkualitas di Indonesia, semakin banyak.
Untuk diketahui saat ini Universitas Matana ada 10 program studi dengan jumlah sekitar 1000 mahasiswa. Ke depan akan dibangun lagi sarana baru, untuk menargetkan 7000 mahasiswa.(bayu).
























