SERANG, (B1) – Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Ranta Soeharta, memberi lima tantangan kepada para Bakal Calon (Balon) yang akan maju di Pilwalkot Serang tahun 2018.
Pertama yakni mampu meningkatkan PAD Kota Serang, kedua menarik para investor, ketiga tidak mengandalkan APBD, keempat mengambil kebijakan-kebijakan yang ekstrem, dan kelima meningkatkan kesejahteraan PNS, Non PNS serta masyarakat Kota Serang tanpa APBD. Hal itu disampaikannya, Senin (8/5/17) saat ditemui awak media.
“Makanya saya tantang para calon Pilwalkot Serang ini. Kedepan harus berani keluar mencari anggaran yang bukan dari APBD Kota Serang. Bahkan harus bisa mencari para investor untuk membuat usaha di Kota Serang. Selanjutnya, saya minta para calon ini memiliki inovasi keinginan untuk mengambil kebijakan yang dapat menerobos program menjadi lebih baik,” katanya.
Lanjut Ranta, apabila lima tantangan tersebut bisa dilakukan dan tercapai, maka semboyan Kota Serang Madani bisa sebenarnya dijalankan dan tidak hanya sekedar semboyan.
“Apabila lima tantangan tadi bisa di hadapi akan tercapai Kota Serang yang benar-benar Madani. Masyarakatnya sejahtera, infrastrukturnya bagus. Mayoritas islam harus diutamakan, dan Kota Serang menjadi Kota cerdas yang punya iman,” ungkapnya.
Sementara itu, Balon Pilwalkot Serang, Wahyudin Djahidi mengaku siap untuk menghadapi kelima tantangan Sekda Banten tersebut. Dan dalam menyelesaikan tantangan itu, dirinya membutuhkan bantuan dari Pemprov Banten.
Karena menurutnya, perkembangan Kota Serang tidak semuanya menjadi tanggung jawab Walikota.
“Semua elemen harus bertanggung jawab dan Kota Serang sebagai wajah Provinsi Banten, tentu Pemprov Banten tidak boleh lepas dari kewajiban ini,” tandasnya.
Lanjut Wahyudin, cara meningkatkan PAD Kota Serang dan mensejahterakan masyarakat dengan tidak mengandalkan APBD bisa dilakukan dengan cara menjalankan tantangan kedua dari Sekda Banten, yakni membuka peluang untuk para pengusaha berinvestasi secara nyaman, dan membuat regulasi perizinan yang mudah.
“Orang mau berinventasi karena regulasi yang mudah. Izin IMB dan kontribusi kepada pemerintah harus jelas. Karena ini saya mengalami sendiri,” ungkapnya.
Selanjutnya, masih dikatakan Wahyudin, dirinya membenarkan apa yang dikatakan Sekda Banten.
Bahwasanya, seorang Walikota harus mandiri dan memiliki terobosan-terobosan program yang berkembang.
“Kita harus bisa meningkatkan PAD, dan memberikan program kepada pemerintah pusat supaya Pemerintah Pusat bisa membantu APBD Kota Serang. Bahkan kita juga harus melakukan terobosan-terobosan yang bisa membuat Kota Serang menjadi lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Balon Pilwalkot Serang lainnya, Syafrudin mengatakan, Kota Serang adalah wilayah Ibu Kota Banten, maka harus lebih baik dari Kota dan Kabupaten lainnya.
“Semua calon saya kira siap untuk mewujudkan Kota Serang menjadi lebih baik. Bahkan tidak mengandalkan APBD Kota Serang yang hanya 1,2 Miliar. Bantuan Provinsi, Pemerintah Pusat, harus dapat dikejar serta bisa koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari pengusaha, sampai Pemerintah Kabupaten atau Kota lainnya,” ujarnya. (Stevan).
























