Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIKTANGERANG RAYAUncategorized

Segelintir Mahasiswa Tolak Deklarasi #2019 Ganti Presiden

×

Segelintir Mahasiswa Tolak Deklarasi #2019 Ganti Presiden

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGSEL,(B1) – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda bersatu Tangerang Selatan, berunjuk rasa, menolak rencana deklarasi #2019 Ganti Presiden di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, aksi segelintir mahasiswa tersebut, nampaknya kurang daapt respon masyarakat, pasalnya warga yang melihat sambil lalu saja.

Example 300x600

Unjuk rasa mahasiswa tersebut dilakukan di bundaran Alam Sutera, Jalan Raya Serpong, Tangsel, Selasa (4/9/18). Para pengunjuk rasa membawa atribut seperti spanduk, poster, dan selebaran yang berisi penolakan adanya deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar Minggu 9 September 2018.

Dalam orasinya, para pengunjuk rasa meminta pihak kepolisian agar tidak mengeluarkan izin atas adanya deklarasi itu. Mereka khawatir, jika deklarasi tetap dilakukan maka besar kemungkinan akan terjadi gesekan antara mssa deklarasi #2019GantiPresiden dengan massa yang kontra.

“Gerakan #2019GantiPresiden adalah gerakan yang inkonstitusional, itu gerakan makar. Maka tuntutan kita dengan aksi ini adalah agar pihak kepolisian membubarkan gerakan tersebut, apalagi rencananya akan dilakukan deklarasi di Kota Tangsel,” tutur Sandi Martaprawira, Humas aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bersatu.

Meski hanya berjumlah 20 orang, para pengunjuk rasa mengklaim berasal dari 10 kampus di wilayah Tangerang Raya. Mereka mengeluarkan ancaman, akan membubarkan deklarasi jika polisi tetap membiarkan kegiatan berlangsung di Tangerang Selatan.

Menurut para pengunjuk rasa, gerakan #2019GantiPresiden sarat dengan isu yang menebarkan kebencian terhadap pemerintahan yang sah saat ini. Sehingga berpotensi memecah belah masyarakat.

“Kalau mereka berkeringat, maka kita siap berdarah-darah menghadangnya. Kita sudah coba untuk beraudiensi dengan Kapolres dan jajaran kepolisian. Kita minta mereka tidak memberikan ijin atas deklarasi itu. Karena wilayah Tangsel sudah sangat kondusif, sangat toleran, jangan dipecah-pecah untuk kepentingan tertentu,” jelasnya.

Sementara, ketua relawan pendukung Jokowi, Koalisi Bersama Rakyat (Kibar) DPD Kota Tangsel, Baset Marliansyah, mengungkapkan hal serupa. Mereka siap menjadi garda terdepan untuk mencegah gerakan-gerakan yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Meski begitu, Baset menyerukan pula agar panitia #2019GantiPresiden mengurungkan niatnya menggelar deklarasi di wilayah Tangsel. Ia menggambarkan ketika momen saat Presiden Jokowi, Prabowo Subianto, dan atlit pencak silat peraih emas asian games, Hanifan berpelukan hangat usai pertandingan berakhir.

“Suasana ketika mereka saling berpelukan hangat itu menunjukkan kesejukan politik memasuki Pilpres 2019, ini harus dijaga. Jangan sampai dipanas-panasi oleh deklarasi semacam itu,” pungkas Baset.

Sebagaimana diketahui, rencana deklarasi #2019GantiPresiden akan dilakukan pada Minggu 9 September 2018, mendatang di Kota Tangsel. Namun hingga saat ini, panitia deklarasi enggan menyebutkan titik lokasi tersebut karena masih menunggu izin pihak kepolisian. (Btl).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post