SERANG, (B1) – Konflik agraria yang terjadi di Pulau Sangiang antara masyarakat, Perhutani, PT Pondok Indah Kalimaya, dan Green Garden tengah menjadi konflik yang hingga saat ini tidak dapat diselesaikan.
Adanya kemungkinan pihak lain yang akan masuk kedalam konflik ini demi memperebutkan status kepemilikan Pulau Sangiang di prediksi akan terus bertambah dimanfaatkan oleh oknum-oknum dari berbagai elemen pemegang kebijakan dan kekuasaan.
Sejatinya Pulau Sangiang merupakan wilayah yang dulunya masuk dalam kekuasaan kerajaan Lampung. Hingga akhirnya Ratu Lampung menghadiahkan Pulau tersebut kepada masyarakat Lampung yang memilih untuk tetap tinggal di Banten.
Dari acuan sejarah tersebut, berbagai elemen masyarakat peduli Pulau Sangiang menggelar acara panggung budaya dan solidaritas untuk rakyat Pulau Sangiang yang saat ini tengah dilanda konflik agaria.
Acara yang berlangsung pada akhir pekan kemarin tersebut, mengambil tempat di LA, Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang.
Acara berlangsung cukup meriah dan dihadiri oleh ratusan penonton yang terlihat dari kerumunan yang memadati lapangan didepan panggung berukran 6 x 8 meter.
Mereka berasal dari masyarakat umum, aktivis, komunitas, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, organisasi kepala desa dan lembaga-lembaga kebudayaan yang datang untuk mendukung rakyat Pulau Sangiang.
Tari selamat datang Lampung Sai dari Sanggar di Cikoneng turut memeriahkan opening ceremony yang diiringi oleh lantunan musik tradisional.
Tari ini menggambarkan bahwa masyarakat Cikoneng merupakan keturunan dari masyarakat adat Lampung Sai yang merupakan pemilik sah Pulau Sangiang.
Selain itu, teater Babi-babi Sangiang yang ditampilkan oleh kawan-kawan dari Laboratorium Banten Girang menjadi penampil di acara puncak kegiatan tersebut.
Pementasan Teater yang disutradarai oleh Peri Sandi ini mendapatkan banyak tepuk tangan dari penonton, dikala adegan yang mengambarkan kebobrokan penguasa korup dan perusahaan kapitalisme yang menggerogoti tanah adat di telanjangi habis-habisan.
Penampil lainnya, Band Mineral 7 Jakarta ikut tampil memeriahkan acara dengan membawakan lirik-lirik progresif lewat lagu-lagu perjuangan yang dinyanyikan.
Mineral 7 yang digawangi oleh tiga orang personil ini, terkenal aktif menyuarakan perlawanan masyarakat tertindas, kaum miskin kota dan masyarakat minoritas.
Artis kenamaan Melanie Subono juga ikut dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Artis yang malang melintang di dunia entertainment ini sangat sering menyuarakan perlawanan atas ketidakadilan dan tampil di acara panggung budaya peduli rakyat Pulau Sangiang dengan bernyanyi dan melakukan orasi dihadapan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Disela-sela kegiatan, Muhibuddin, Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (Agra) Banten mengatakan Masyarakat bersama mahasiswa dan Agra Banten terus berupaya mendapatkan kembali hak masyarakat sebagai tanah Ulayat, dan hal ini sudah dilakukan oleh Agra sejak tahun 2013 yang lalu.
Muhibuddin menyatakan, Masyarakat yang tinggal di empat Kampung Desa Cikoneng yakni Kampung Bojong, Kampung Bubur, Kampung Tegal dan Kampung Cikoneng, sudah berkali-kali mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Serang, Pemprov Banten hingga Kemenhut untuk meminta solusi.
Namun kehadiran mereka tak pernah ditanggapi oleh ketiga instansi tersebut.
“Tahun 1983 di ubah menjadi cagar alam. Nah mulai terjadi konflik, warga tidak terima dijadikan cagar alam, karena (status) tanahnya Ulayat. Sekarang status nya di ubah menjadi taman wisata alam,” jelas Muhibuddin.
Pihaknya melanjutkan, ratusan warga Pulau Sangiang kini terancam terusir dari wilayahnya yang telah ditempati selama ratusan tahun lalu, setidaknya sejak jaman Kesultanan Banten dan Kerajaan Lampung berdiri.
“Status tanah nya yang merupakan tanah Ulayat dari Kerajaan Lampung, tiba-tiba berubah memiliki sertifikat dan sudah terbagi-bagi. Yang kita tahu tanah Ulayat diberikan oleh kerajaan Lampung. (Surat Ulayat) aslinya ada tulisan Lampung, dihibahkan ke masyarakat,” kata Nurwahdini, Kepala Desa Cikoneng, Anyar. (Baehaqi Rizal).
























