TIGARAKSA, (B1) – Di tengah perkembangan zaman yang serba digital, masyarakat dihara bisa lebih selektif dalam menerima informasi. Terlebih informasi yang diragukan kebenarannya atau hoax.
Apalagi, tahun 2018 adalah tahun politik jelang Pilpres dan Pileg 2019. Diharapkan masyarakat tidak termakan isu yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Demikian, dikatakan muda Tangerang, Khoirun Huda, saat diskusi bersama awak media di kawasan Citra Raya Cikupa, Kabupaten Tangerang, Rabu (1/8/18).
“Masyarakat harus mempunyai filter bila mendapat sebuah informasi, baik dari media sosial maupun media teknologi,” terang Huda.
Menurut Huda, Pilpres dan Pileg tidak perlu diwarnai dengan menyebar isu Sara yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan negara.
“Saya berharap, Pilpres dan Pileg 2019 berjalan damai dan santun. Tidak ada isu Sara yang dapat memecah belah persatuan,” ujar mantan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang ini.
Tidak jauh beda disampaikan, pelaku dan pemerhati seni Tangerang, Widi Hatmoko. Ia mengungkapkan, masyarakat harus jadi pemilih yang cerdas dan santun pada Pilpres dan Pileg 2019 mendatang.
Widi menyatakan, jelang Pilpres dan Pileg, dipastikan akan banyak isu saling serang semi mencuri perhatian masyarakat.
Menurutnya, ada saja orang atau kelompok yang menggunakan berbagai cara untuk memenangkan persaingan, termasuk memainkan isu Sara dan informasi hoax.
“Saat ini, banyak situs yang memicu konflik, terlebih di tahun politik seperti ini. Ada situs yang dibuat seolah-olah yang dimuat adalah berita, padahal hanya untuk memperkeruh suasana,” ungkapnya.
Untuk itu, Widi mengajak, seluruh masyarakat tidak mudah menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Informasi yang diterima, harus dicek duku kebenaran, jangan langsung diterima mentah-mentah. Sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” pungkasnya. (pudin).
























