Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
POLITIKTANGERANG RAYAUncategorized

Dari Diskusi “Evaluasi Kemenangan Partai Golkar Di Pilkada 2018”

×

Dari Diskusi “Evaluasi Kemenangan Partai Golkar Di Pilkada 2018”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TANGSEL, (B1) – Komunitas @tentang Golkar adakan diskusi di Kafe Ruang Tengah, di Jl. RE Martadinata No. 19 Ciputat – Tangerang Selatan, Jumat, (6/7/18). Diskusi membahas tentang “Evaluasi Kemenangan Partai Golkar di Pilkada 2018”.

Example 300x600

Boleh dikatakan kemenangan tersebut, tidak terlepas dari strategi dan konsolidasi partai di bawah kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto. Pilkada 2018 bagi Partai Golkar merupakan indikator konsolidasi  dalam bersiap menghadapi Pemilu Legislatif maupun Pilpres 2019 nanti.

Pemilu 2019 menjadi krusial karena menjadi momentum fase sejarah regenerasi perpolitikan nasional ke depan. Dan momen itu diawali dengan kondisi yang terjadi paska Pilkada serentak 2018 mengingat hampir semua daerah basis suara melaksanakan pilkada pada tahun 2018 ini.

Diskusi publik menghadirkan Fitron Nur Ikhsan (Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten),Fahd Pahdepie (Pengamat Politik dan Direktur Eksekutif Digitroops Indonesia), Yohan Wahyu (Litbang Kompas) Dan Moderator Mahadi Rahman Harahap (Pascasarjana Universitas Indonesia).

Fahd Pahdepie pengamat partai politik dan Direktur Eksekutif Digitroops Indonesia mengatakan, dari 17 provinsi dalam pilkada serentak, Golkar sebagai partai pendukung atau pengusung, mampu memenangkan sembilan provinsi. Sementara dari 171 pilkada di kota/kabupaten, Golkar memenangkan 91 daerah.

Kemenangan di pilkada, menandakan kabar baik, bahwa partai Golkar sebagai ‘kandidat’ yang di sukai publik. Di Golkar ada proses rekrutmen politik yang menggembirakan, dengan memperhatikan kualitas.

Partai Golkar dinilai sudah memperhatikan regenerasi politik partai, dibuktikan dengan munculnya tokoh-tokoh muda.

“Kunci kemenangannya, berada pada sistem politik yang berhasil diterapkan Airlangga Hartarto, sebagai center semua pergerakan politik,” tandasnya.

Yohan Wahyu Peneliti Litbang Kompas mengatakan, Pilkada 2018 merupakan ajang ujian bagi mesin partai politik. Lonjakan perolehan suara paslon yang diusung partai Gerindra dan PKS, di Jateng dan Jabar, adalah bukti mesin politiknya berjalan dengan baik.

“Partai Golkar merupakan partai yang memiliki pondasi kekuatan yang kuat, dengan melewati berbagai tantangan yang menerpa bertubi-tubi sangat kuat. Dan Partai Golkar selama ini telah mampu memerankankan perannya dalam berpolitiknya sebagai wilayah permainan abu-abu dan berhasil menempatkan kadernya paling banyak sebagai menteri. Meskipun, partai Golkar, boleh dikatakan belakangan masuk dalam koalisi partai pemerintah,” tukasnya.

Sementara, Fitron Nur Ikhsan selaku Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Banten mengatakan, Soeharto adalah bagian penting dalam sejarah Indonesia dan Golongan Karya. Namun demikian Soeharto sendiri bukanlah mendirikan partai, melainkan sebuah Golongan Karya.

“Tapi harus dikui Soeharto lah, yang mendesain Partai Golkar menjadi besar. Soeharto jadikan dirinya sebagai ‘center of gravity’ itulah kehebatan Soeharto,” tandasnya.

Mengenai sikap politik partai Golkar, dikatakan, Golkar pastilah mempunyai pilihan-pilihan politik. Dari sekian banyak pilihan dirasa berada dalam pemerintahan adalah pilihan yang paling cocok, untuk situasi saat ini.

“Sampai detik ini Golkar belum menganggap oposisi cara yang tepat untuk membesarkan partai. Akan tetapi bukan berarti tidak mau menjadi oposisi, tapi sampai detik ini, cara yang cocok dengan masuk dalam kekuasaan,” pungkasnya. (pudin).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post