TIGARAKSA, (B1) – Miris, meskipun dikenal sebagai negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, namun tercatat hingga 2025 ini ada sebanyak 1,1 juta hektare vegetasi mangrove lenyap.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Hendro Priyono mengatakan bahwa sejak 1990, total luas hutan mangrove hilang dan rusak vegetasinya ada sebanyak 1,1 juta hektare.
“Pada 1990 lalu, tercatat ada 4,4 juta hektare lahan mangrove di Indonesia. Jadi sekitar 25 persennya saat ini sudah hilang atau rusak,” ujar Diaz, saat menghadiri acara penanaman bibit mangrove di pesisir Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Sabtu (3/5/25).
Lanjutnya, tercatat wilayah yang paling parah yaitu di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Totalnya ada sepanjang 8,4 kilometer vegetasi mangrove hilang dan rusak ekosistemnya. “Indonesia merupakan negara dengan vegetasi mangrove terbesar di dunia, jadi kita wajib menjaga kelestarian ekosistemnya,” ujar Diaz.
Untuk mencegah agar hutan mangrove di Indonesia tidak terus mengalami penyusutan, dirinya meminta peran aktif masyarakat di sepanjang pesisir untuk ikut menjaga serta melestarikan ekosistem mangrove di wilayahnya masing-masing.
“Mangrove perannya sangat penting dalam menghadapi perubahan iklim dan mencegah abrasi akibat kenaikan muka air laut. Jadi restorasi dan revitalisasi mangrove sangat diperlukan,” tukasnya. (yad).
























