Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKRIM

Polda Banten Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Warna Sari Tahap 2

26
×

Polda Banten Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Warna Sari Tahap 2

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SERANG, (B1) – Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten melaksanakan Press Confrence ungkap kasus Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Warna Sari Tahap 2, Senin, (6/5/24).

Dimana sebelumnya dalam perkara yang sama penyidik telah menetapkan dua tersangka yang sudah divonis oleh pengadilan yaitu TB Abu Bakar Rasyid, selaku Dirut PT. Arkindo yang sudah Vonis 1 tahun 5 bulan berkekuatan hukum tetap. Serta Sugiman selaku orang yang meminjam bender / Perusahaan PT. Arkindo yang Sudah Vonis 3 tahun penjara berkekuatan hukum tetap.

Example 300x600

 

Selanjutnya saat ini penyidik telah menetapkan satu tersangka tambahan yaitu AF selaku mantan Direktur Operasional dan Pengembangan usaha PT PCM. Dimana akibat perbuatan korupsi tersebut menyebabkan kerugian Negara sebesar lebih dari Rp7 miliar.

 

Kegiatan dipimpin Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Didik Hariyanto didampingi Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan dan Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Ade Papa Rihi

 

Wadirreskrimsus Polda Banten AKBP Wiwin Setiawan menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Tahun 2021 PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) BUMD Pemkot Cilegon mengadakan proses lelang untuk Pembangunan jalan akses Pelabuhan warna sari tahap 2 dan dimenangkan oleh PT. Arkino-PT Marima Cipta Pratama KSO dengan nilai kontrak sebesar Rp48.438.360.000,- (Empat puluh delapan milyar empat ratus tiga puluh delapan juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).

 

Kontrak pekerjaan selama 365 hari kalender di mulai sejak tanggal 20 Januari 2021 sampai dengan tanggal 19 Januari 2022, sampai akhir kontrak pekerjaan tidak dilaksanakan, karena lahan yang akan digunakan Pembangunan belum dibebaskan dan tidak mendapatkan ijin dari pemilik lahan dan tidak dilaksanakan addendum perpanjangan waktu atau yang lainnya.

 

“Sementara uang muka sudah di cairkan pada tanggal 1 februari 2021 sebesar Rp7.265.754.000,- (tujuh milyar dua ratus enam puluh lima juta tujuh ratus lima puluh empat ribu rupiah) dan tidak dikembalikan oleh pelaksana (PT. Arkindo – PT. Marina Cipta Pratama KDSO,” jelasnya.

 

Wiwin melanjutkan, Modus Operandi dari peristiwa tersebut. Tersangka AF selaku direktur Operasional dan Pengembangan Usahan turut serta dalam pengkondisian proses lelang.

 

“Ia mengetahui bahwa pada saat proses lelang lahan belum ada (belum siap). Dan pada saat pencairan uang muka tetap memaksakan untuk dicairkan sementara lahan belum ada atau belum siap, sehingga pekerjaan tidak bisa dilaksanakan dan uang muka dipergunakan untuk kepentingan pribadi dan di bagi-bagi. Dengan fakta persidangan hakim telah menjatuhkan vonis terhadap dua tersangka yakni Sugirman dan Tb Abu Bakar Rasyid” terangnya.

 

Barang Bukti Yang Diamankan:

• Uang tunai sebesar Rp905.000.000,- (sembilan ratus lima juta rupiah) disita dari Tersangka dan saksi (uang dari uang muka projek) sudah disitia pada perkara tsk Sugiman UGIMAN dan tersangka Tb Abu Bakar Rasyid

• Uang tunai sebesar Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) disita dari saksi Budi Mulyadi.

• Dokumen kontrak, dokumen pencairan dan dokumen lainnya.

• SK pengangkatan pada AF selaku Direktur Oprasional dan pengembangan usaha PT. PCM

• Hasil perhitungan auditor kerugian keuangan negara sebesar Rp7.001.500.000,- (tujuh milyar satu juta lima ratus ribu rupiah).

 

Wiwin menegaskan, pasal yang dipersangkakan kepada para pelaku.

 

“Pasal 2 dan 3 Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 KUH Piadana,” tegas Wiwin.

 

Terakhir Wiwin menyatakan, rencana tidak lanjut dari kasus tersbut.

“Berkas perkara tersangka AF telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P21) selanjutnya tersangka akan dilimpahkan tahap dua (Penyerahan TSK dan Barang Bukti) ke Jaksa Penutut Umum Kejati Banten,” tukasnya. (hum/yad).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *