TANGERANG, (B1) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang tak henti melakukan sosialisasi terkait revitalisasi Pasar Anyar. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan humanis ke para pedagang.
Salah satu sosialisasi yang telah dilakukan yakni dengan melakukan sosialisasi gabungan yang dilaksanakan pada pada tanggal 20 hingga 22 November 2023.
Kepala Satpol PP Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan, sosialisasi yang dilakukan secara khusus ini, menyasar para pedagang yang masih melakukan transaksi di Pasar Anyar, Kota Tangerang.
Sosialisasi gabungan dilakukan dalam rangka memberikan informasi lanjutan terkait rencana revitalisasi Pasar Anyar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Secara khusus, Satpol PP Kota Tangerang menerjunkan para Srikandi Satpol PP Kota Tangerang dalam mensukseskan sosialisasi yang berjalan humanis tersebut.
“Proses sosialisasi ini dilakukan untuk mensukseskan rencana revitaliasi Pasar Anyar dalam waktu dekat ini. Setelah berbagai pertemuan koordinasi dilakukan, kini kami mulai melakukan tahapan sosialisasi menyasar para pedagang yang masih berjualan di Pasar Anyar, Kota Tangerang,” ujar Kepala Satpol PP Kota Tangerang, Wawan Fauzi.

Wawan melanjutkan, Satpol PP Kota Tangerang telah menerjunkan sekitar dua puluh personil selama proses sosialisasi gabungan tersebut berjalan. Terlihat, proses sosialisasi gabungan berjalan sangat lancar serta mendapatkan sambutan yang hangat dari para pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang.
“Proses sosialisasi berjalan sangat lancar, para pedagang juga terlihat sangat kooperatif selama proses sosialisasi berjalan. Intinya, kami menginformasikan kepada para pedagang untuk sesegera mungkin mempersiapkan diri untuk direlokasi selama proses revitalisasi Pasar Anyar berjalan,” terangnya.
Selain itu, Satpol PP Kota Tangerang juga berkomitmen akan terus mengedepankan proses sosialisasi gabungan yang humanis. Hal ini dilakukan untuk mensukseskan rencana relokasi pedagang selama proses revitalisasi Pasar Anyar, Kota Tangerang, dilakukan.
“Harapanya, agar para pedagang memahami dan menyadari akan pentingnya program revitalisasi. Sehingga para pedagang dengan sukarela mau relokasi ke tempat penampuangan sementara yang sudah disiapkan,” tukasnya. (Adv).
























