Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAHUKRIMUncategorized

Ditreskrimum Polda Banten Tangkap Pelaku Penipuan, Penggelapan dan Pemerasan

23
×

Ditreskrimum Polda Banten Tangkap Pelaku Penipuan, Penggelapan dan Pemerasan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SERANG, (B1) – Ditreskrimum Polda Banten berhasil mengungkap tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pemerasan oleh mantan Direktur Yummy Deli Indonesia Distributor Ice Cream Aice.

Berdasarkan informasi dari humas Polda Banten, Jumat, (6/1/23) menyebutkan, Tersangka GLH als Liliana (58) lahir di Fujian (China), 14-03-1964 dan telah menetap kurang lebih 30 tahun di Indonesia dan sudah menjadi WNI.

Example 300x600

” GLH (58) tidak lagi menjabat sebagai Direktur PT. Yummy Deli Indonesia Distributor Ice Cream Aice sejak Agustus 2021,” terang Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga.

Dijelaskan, GLH mantan Direktur PT. Yummy Deli Indonesia Distributor Ice Cream Aice yang beralamat Jl. Ayip Usman Rt. 002 Rw. 011, Kel. Kaligandu, Kec. Serang, kota Serang, Prov. Banten melakukan penipuan dan atau penggelapan dan atau pemerasan di PT tersebut pada tanggal 04 September 2021 s/d tanggal 09 Maret 2022

Kronologis kejadian, tersangka melakukan penipuan dengan cara meminta uang gaji sebagai Direktur sebesar Rp25 juta/bulan kepada karyawan. Sedangkan tersangka sudah tidak menjabat sebagai Direktur.

Mengambil keuntungan perusahaan hasil penjualan sebesar Rp1.050 miliar,- tanpa seizin dari Direktur PT. Yummy Deli Indonesia, dengan cara memindahkan uang di rekening perusahaan ke rekening tersangka dengan menggunakan dua unit token internet Banking Bank Mandiri.

Melakukan pemerasan dengan cara meminta uang gaji dengan memaksa, memaki dan mengancam karyawan agar mengeluarkan uang perusahaan, yang jumlah nominal uangnya sudah ditentukan oleh tersangka.

“Akibat perbuatan tersangka mengakibatkan PT. Yummy Deli Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp1.260 miliar. Tersangka ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Banten pada Selasa, 29 November 2022 dan ditahan di hari yang sama di Rutan Polda Banten,” jelasnya.

Dari kasus tersebut, barang bukti yang berhasil disita diantaranya, 19 bundle fotocopy dokumen perusahaan yang telah dilegalisir, satu lembar Rekapitulasi Pengambilan Dana tersangka periode 04 September 2021 s.d 08 Maret 2022, delapan lembar kwitansi bukti penyerahan uang kepada tersangka periode 04 September 2021 s.d 08 Maret 2022. Tiga lembar foto copy legalisir rekening Koran, satu lembar bukti setoran dari Bank BCA, dua unit Handphone, Uang senilai Rp1.050 miliar dan dua unit token internet Banking bank Mandiri.

Modus operandi, tersangka masih mengaku sebagai Direktur PT. Yummy Deli Indonesia sedangkan berdasarkan Akta No. 11 tanggal 13 Agustus 2021 yaitu Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tersangka sudah tidak menjadi Direktur.

“Motifnya ingin mendapatkan keuntungan pribadi. Pelaku dikenakan pasal 378 KUHPidana dan atau pasal 372 KUHPidana dan atau pasal 368 KUHPidana, tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pemerasan Ancaman Pidana Penjara selama lamanya 9 tahun,” tegasnya. (hum/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *