Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BANTEN RAYAHUKRIMUncategorized

Dukun Cabul di Pandeglang Diringkus

62
×

Dukun Cabul di Pandeglang Diringkus

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

PANDEGLANG, (B1) – Dukun berinisial A (50) pelaku pencabulan terhadap dua orang anak dibawah umur, diringkus Satreskrim Polres Pandeglang, Rabu (15/6/22).

Example 300x600

Dua korban diketahui berinisial M (14) dan L (14) yang terjadi di Desa Pari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menjelaskan kronologi penangkapan. Satreskrim Polres Pandeglang menangkap pelaku tindak pidana pencabulan, yang dilaporkan orang tua M dan orang tua L.

“Pelaku menjalankan aksi terhadap dua anak yang masih dibawah umur. Sudah dibawa ke Polres Pandeglang untuk melakukan proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Belny.

Belny Warlansyah menjelaskan kronologi penangkapan pelaku pencabulan.

Berawal pada Senin (6/6/22) pukul 19.30 WIB, Korban L diajak untuk ziarah ke sumur Cililitan oleh pelaku lalu korban L mengajak M untuk menemani. Lalu sesampainya di lokasi tersangka melaksanakan ritual dan menyuruh korban untuk membuka pakaian dan hanya memakai sarung saja.

Kemudian, tersangka memberikan minuman yang sudah diberikan ramuan yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri dan pelaku langsung menjalankan aksinya. Saat akan mengantarkan pulang pada Sekitar pukul 23.00 WIB, diperjalanan tersangka mengajak berhenti untuk beristirahat.  Tetapi tersangka meminta korban, mengantar untuk mencari daun melinjo untuk makan di rumah.

“saat perjalanan tersangka tak tertahankan lagi hasratnya lalu mengatakan kepada korban, tetapi korban menolak. Kemudian tersangka memaksa sehingga terjadi pencabulan,” terangnya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo Pasal 76D dan atau Pasal 82 Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancamannya, hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (hum/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *