Kampung Kumuh Itu Kini Jadi Kampung Hidroponik yang Bersih dan Berinovasi

 

TANGERANG, (B1) – Kampung inovasi yang terletak di tengah kota, yakni di Gg. Ponpes RDS, RT.001/RW.002, Cimone Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang ini tadinya adalah kampung dengan pemukiman yang padat penduduk dan nampak kumuh.

Meski ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, para warga dan aparatur pemerintahan telah menyulap kampung tersebut menjadi kampung wisata, kampung inovasi, kampung layak huni dan kampung ramah anak.

Dibalik viralnya dan juga banyaknya manfaat Kampung Inovasi Cimone (KIC) ternyata ada sosok pioneer yang menggerakan para warga itu. Dia adalah Bapak Suherman, Ketua RT.01/RW02, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci. Ia adaalah sosok di baliknya berdirinya Kampung Inovasi hidroponik tersebut.

Dengan semangat bergotong royong Ia mengajak warga untuk merubah kampung yang awalnya kumuh berubah jadi kampung yang hijau.

Pak Suherman yang sehari-hari berkerja sebagai penggawai honorer di Kecamatan Karawaci ini, tertantang dengan ajakan Camat Suli Rosadi yang ketika itu usai melakukan kunjungan keluar kota tepatnya dari Malang, Jawa Timur.

Usai kunjungan tersebut dirinya diminta untuk membuat kampung wisata yang bermodalkan kemandirian dan juga semangat bergotong royong warganya.

Tak semudah membalikan telapak tangan, Pak Suherman dihadapi dengan tantangan pertama yaitu mewujudkan keinginannya untuk menjadikan Kampungnya menjadi kampung wisata yang bersih. Beliau harus bisa merubah pola pikir dari masyarakatnya, mewujudkan kampung menjadi kampung wisata yang bersih.

“Tadinya ada tanah milik warga yang sudah tidak digunakan namun tempat tersebut menjadi kumuh dan kotor karena tidak terawat. Kemudian lahan-lahan tersebut di bersihkan dari gundukan sampah yang menumpuk. Lahan tersebut dimanfatkan untuk dibangun saung dan juga tempat bermain anak-anak, saya sampaikan kepada warga secara persuasif terkait pembangunan kampung yang bersih,” terang Suherman.

Tak selesai dusitu, kini tantangan lainnya adalah masalah pendanaan. Sebab pembangunan kampung wisata membutuhkan dana yang tidak sedikit, guna membeli berbagai keperluan seperti membeli tanaman,cat, serta membeli keperluan lainnya.

Awal-awalnya Pak Suherman mengunakan dana pribadinya untuk membeli perlengkapan tanaman dan juga pengumpulan dana dari warga. Banyak juga warga yang tertarik untuk membantu pendanaan atau menyumbangkan sedikit rezekinya untuk rencana membangun kampung supaya terlihat rapih dan cantik, meski ditengah pandemi covid-19.

Ia berharap kampung tersebut bakal menginspirasi bagi banyak orang atau wilayah lainnya.

“Pak herman pernah menggadaikan motor untuk membantu pendanaan. hinga dirasa kurang dalam pendanaan. Motornya pun iya jual dan juga ia menggunakan gajinya sendiri untuk membangun kampung hidroponik tersebut, serta memberikan semangat kepada warganya,” kata salah satu warga.

Apa yang dilakukannya bersama warga lanjut Suherman, untuk menggalakkan rasa kepedulian lingkungan dan juga gotong royong, meski dalam suasana PPKM yang berkelanjutan. Suherman pun mengaku pembangunan kampung hidroponik tersebut tidak pernah meminta dana kepada Pemkot Kota Tangerang atau instansi lainnya.

“Saat ini kampung Inovasi Cimone banyak dikenal dan dikunjungi masyarakat sebagai wisata edukasi lingkungan. Dan juga banyak pesanan hasil panen, bibit hidroponik dan juga alat-alat hidroponik hingga pembuatan tutup lubang biopori. Hasil penjualan tersebut akan dikembalikan lagi untuk keperluan kampung hidroponik tersebut,” ucapnya. (Dayat B).

7,531 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment