Perpustakaan Karang Tumaritis Siap Jadi Pusat Literasi Berbasis Ekonomi

 

TANGERANG, (B1) – Gerakan literasi di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelurahan Bonang, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang mulai bergeliat. Hal ini menyusul ditatanya kembali Perpustakaan Karang Tumaritis yang merupakan bagian dari padepokan yang diinisiasi oleh Ananta Wahana, anggota DPR RI dari Dapil Banten III.

Untuk mengoptimalkan fungsi perpustakaan tersebut dalam penataanya, padepokan dibantu oleh pustakawan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip (DPA) Kabupaten Tangerang.

Kepala DPA Kabupaten Tangerang Hadisa Mansuslr memberi apresiasi kepada Ananta atas berdirinya serta difungsikannya kembali perpustakaan tersebut. Ia juga memberi berbagai masukan, dengan harapan dunia literasi berkembang di lingkungan padepokan.

Terlebih, kata Hadisa, Perpustakaan Karang Tumaritis berada di tengah-tengah pemukiman masyakat yang cukup padat. Sehingga akses dalam menularkan dunia literasi kepada masyarakat akan menjadi lebih luas.

“Kita berharap apa yang menjadi tujuan Pak Ananta dalam mencerdaskan anak bangsa bisa terwujud,” ujar Hadisa.

Ia juga berharap, dengan adanya perpustakaan ini, màsyarakat di lingkungan padepokan bisa mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan. Tak hanya itu saja, tetapi dari membaca masyarakar bisa menghasilkan karya yang bermanfaat, bahkan bisa menjang perekonomian.

Selaku inisiator berdirinya Perpustakaan Karang Tumaritis, sekaligus pengasuh Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Ananta Wahana, mengaku akan mengerahkan SDM yang ada untuk kemajuan perpustakaan, yang merupakan salah satu ujung tombak gerakan literasi di lingkungan padepokan itu.

Terlebih, di lingkungan padepokan, yang di dalamnya juga sebagai Rumah Aspirasi, juga telah mengembangkan berbagai kegiatan, baik dalam pendidikan politik, sosial, budaya maupun ekonomu, yang dalam hal ini UMKM.

Seperti yang dikatakan oleh Kepala DPA Kabupaten Tangerang, Hadisa Mansyur tentang dari membaca orang bisa menghasilkan karya, Ananta akan membenahi Perpustakaan Karang Tumaritis secara serius, dan mengoneksikannya dengan relasi-relasinya.

Hal ini agar pembinaan terhadap UMKM dan kelompok-kelompok cerdas di padepokan tersebut bisa terintegrasi.

“Seperti yang disampaikan Pak Kadis tadi bahwa dari membaca orang bisa berkarya. Nah, ini nanti akan kita arahkan ke sana, kita juga akan kerahkan relasi-relasi kita untuk kita koneksikan. Karena kita ini juga membina UMKM, kelompok-kelompok cerdas, supaya nanti bisa terintegrasi,” tandasnya. (way).

14,038 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment