Akses Ditutup Perumda Pasar NKR, Warga Ngadu ke Komnas HAM dan DPR

 

TANGERANG, (B1) – Perwakilan warga dari Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, datangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Jakarta, Selasa, (7/9/21).

Kedatangan mereka dalam rangka mengadukan nasib karena sudah tidak bisa usaha lantaran penutupan akses oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Niaga Kerta Rahardja (NKR).

Akibatnya puluhan warga Cisoka kehilangan mata pencaharian. Padahal rumah dan kios mereka milik pribadi. Sudah satu bulan tidak bisa mencari nafkah karena ditutup pagar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang.

Piat Handoko, salah satu perwakilan warga mengatakan, bahwa pihaknya hari ini, Selasa, (7/09) mendatangi Komnas HAM dan DPR-RI. Tujuannya untuk mencari keadilan.

Masih kata Piat, di daerah (Kabupaten Tangerang) kami tidak dihargai. Permohonan agar tidak dipagar juga tidak ada tanggapan. Bahkan aksi ke kantor Bupati dihalangi.

“Warga akhirnya mendatangi Komnas HAM dan DPR-RI, agar keadilan bisa didapat,” ujarnya.

Piat bersyukur, laporannya diterima oleh Komnas HAM dan DPR-RI. Semoga satu atau dua Minggu ini ada respons dari dua lembaga terhormat.

Di tempat yang sama, Atoullah juga menyampaikan persoalan yang saat ini sedang diperjuangkan. Puluhan warga susah payah merintis usaha. Setelah berjalan, tiba-tiba pemerintah daerah menutup. Akhirnya tidak bisa jualan.

Katanya, pemasangan pagar yang dilakukan Pasar NKR milik pemerintah daerah telah melumpuhkan para usaha warga. Padahal tanah tersebut hak milik dan bersertifikat. Bahkan setiap tahun membayar pajak.

“Kami tidak akan menyerah, sampai mendapat keadilan. Rencananya dalam waktu dekat akan mendatangi Mentri perekonomian,” tukasnya saat di gedung DPR RI. (cj/an).

6,299 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment