Tiga Langkah Pemerintah Penuhi Obat-obatan Covid

 

JAKARTA, (B1) – Kebutuhan obat terapi bagi pasien Covid-19 melonjak signifikan sejak 1 Juni 2021. Oleh karenanya, pemerintah bersama Gabungan Pengusaha Farmasi tengah melakukan tiga upaya untuk memenuhi kebutuhan obat di Tanah Air.

Yakni dengan mengimpor bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi dan mempercepat distribusi ke daerah.

Sejumlah produsen telah bersedia untuk meningkatkan kapasitas produksi obat Azithromycin dan Favipiravir. Sementara, untuk jenis obat yang belum bisa diproduksi di tanah air seperti Remdesivir, Actemra, dan Gammaraas akan impor. Melalui 2 mekanisme ini, diharapkan pada Agustus mendatang jumlah obat terapi COVID-19 bisa mencukupi kebutuhan.

Terkait distribusi obat ke daerah, pemerintah telah menyiapkan 3 skema yakni distribusi secara bertahap ke 12 ribu apotik aktif, distribusi 2 juta paket obat ke Puskesmas melalui TNI dan distribusi pengiriman obat gratis melalui 11 platform Telemedicine.

“Dapat dipastikan di awal Agustus ini, semua kebutuhan obat-obatan terkait covid akan memasuki pasar dengan baik,” tandas Menkes Budi Gunadi.

Melalui upaya ini, diharapkan obat-obatan yang dibutuhkan oleh pasien Covid-19 bisa dengan mudah diakses. Namun demikian, yang harus diperhatikan adalah obat tersebut hanya bisa didapatkan dengan resep dokter dan digunakan sesuai dengan prosedur yang ada.

Masyarakat juga diminta untuk tidak menyetok obat terapi Covid-19 di rumah.

“Biarkan obat tersebut dibeli oleh orang yang memang benar-benar membutuhkan,” tukasnya. (les).

9,244 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment