Dorong Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi, Mahasiswa UMM Sulap Selokan Kampung Menjadi Kolam Budidaya Ikan

 

Oleh: Rizky Hawari Nanda
“Budidaya Perikanan bisa menjadi salah satu usaha usaha yang menjanjikan dikala pandemic karena ikan yang memiliki sumber protein dan semakin digemari masyarakat semua kalangan,” kata Dedi Maryudi, Ketua Karang Taruna Kampung Blok Ringkem,Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kasus Pandemi Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia dan belum menunjukan tanda-tanda akan berkahir sampai saat ini, telah berdampak terhadap kondisi perekonomian mayarakat, terutama mereka yang memiliki usaha di sektor produksi rumahan.

Masyarakat yang terkena imbas akibat adanya kebijakan PPKM yang semakin memperketat mobilitas masyarakat diluar rumah. Masyarakat dituntut terus berupaya agar mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tetap bisa terpenuhi.

Salahsatu cara guna meningkatkan ekonomi masyarakat dikala pandemi yaitu dengan membuka peluang usaha baru bagi sebagaian orang.

Melihat imbas dari adanya pandemi yang diraksakan, warga Kampung Blok Ringkem, RW 02 Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 90 Gelombang 5, menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Baktiku Negeri, bersama Pemuda Karang Taruna Kampung Blok Ringkem, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu bergerak bersama mengubah selokan agar jadi lebih bermanfaat dan ekonomis bagi warga. Mahasiswa PMM 90 UMM beserta pemuda Karang Taruna bersama sama untuk mengajak warga untuk membersihkan selokan agar tak dipenuhi sampah.

Berkat kerja sama warga, akhirnya Kampung Blok Ringkem kini punya aliran Selokan yang bersih dan dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Sebelum berubah menjadi kolam penangkaran Budidaya ikan, saluran selokan yang melintas di Kampung Blok Ringkem, dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga. Hal tersebut menyebabkan bau yang tidak sedap dan sering terjadi banjir. Serta kebiasaan warga membuang sampah ke selokan, membuat selokan menjadi sarang penyakit.

Maka itu Mahasiswa Pengabdian beserta warga sekitar, ikut serta dalam membersihkan aliran selokan dari lumpur dan limbah rumah tangga. Dehingga nantinya selokan yang sudah bersih dari limbah dapat dimanfaatkan menjadi kolam penakaran budidaya ikan, yang hasil akhirnya dapat diperjual belikan kepada warga sekitar Kampong Blok Ringkem Kecamatan Cibinong.

Sementara itu untuk kolam penangkaran budidaya ikan sendiri dirancang dengan kerangka sekat besi seluas 2,5×5 meter. Dengan bagian ujung aliran diberi sekat agar ikan tetap berkumpul di area kolam dan tidak lepas.

Ikan yang dibudidayakan para warga Kampung Blok Ringkem Kecamatan Cibinong ini sebagian besar adalah ikan nila dengan produksinya sebesar 3 ton. Selain nila, juga ada yang memelihara ikan mas dan ikan lele.

Saat ukurannya sudah besar, ikan akan dipanen oleh warga untuk kemudian dijual. Hasil penjualan ikan ini dibagikan pada warga untuk membantu perekonomian. Terbukti, sejak adanya kolam ikan ini ekonomi warga sekitar semakin meningkat karena ada penghasilan tambahan.

Karena aliran selokan ini sudah bersih dan dimanfaatkan warga sebagai kolam penangkaran budidaya ikan, alhasil kampung Blok Ringkem kini menjadi salah satu kampung inspiratif bagi kampung lain dan menjadi salahsatu destinasi wisata di Kabupaten Bogor.

Banyak warga yang datang ke lokasi ini untuk sekedar melihat ikan, memberi makan ikan bahkan untuk sekedar jalan sore sambil jajan. Di pinggir saluran budidaya ikan ini memang banyak penjual jajanan yang tak lain adalah warga sekitar yang tentu sedikit membantu perekonomian masyarakat sekitar.

Dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan warga kampung Blok Ringkem, Cibinong, Kabupaten Bogor, mampu peduli terhadap lingkungan sekitar dan lebih kreatif untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada di sekitar dan mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna.

Seperti memanfaatkan saluran selokan menjadi budidaya ikan, yang hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan protein harian dan berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. Atau bisa juga dijual dan diolah menjadi makanan berupa oleh-oleh khas Kampung Blok Ringkem. Hal ini bisa membantu perekonomian masyarakat ditengah wabah pandemi Covid- 19. (**).

Biodata Penulis :

– Mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiayah Malang (UMM).

– Ketua PMM Kelompok 90, Gelombang 5.

7,362 kali dilihat, 22 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment