Forum Mahasiswa Peduli Minta Perda CSR Tangerang Direvisi

TIGARAKSA, (B1) – Forum Mahasiswa Peduli Corporate Social Responsibility (Formula) aksi depan kantor Bupati Tangerang, Tigaraksa, Kamis, (24/6/21).

Kedatangan mahasiswa dari berbagai kampus ini diawali dengan pemberitahuan aksi. Bertujuan untuk meminta Perda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan atau CSR direvisi.

Kepada awak media salah satu inisiator Formula Abdul Muis mengatakan, tujuan dirinya dan kawan-kawan melakukan aksi lantaran prihatin terkait realisasi CSR di Kabupaten Tangerang.

“Tugas dan fungsi Forum CSR bikinan pemerintah daerah. Kinerjanya sama sekali tidak terlihat. Padahal lahir dari Peraturan Daerah. Masa hanya copy paste hasil Musrembang,” ujarnya, usai aksi.

Masih kata Muis, lingkungan sekitar perusahaan masih banyak yang belum mengetahui CSR. Programnya tidak menyentuh masyarakat. Padahal informasinya sudah lama berjalan.

“Forum CSR seperti kerja dalam senyap. Diam-diam. Sehingga publik curiga apa yang terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Manarul Hidayat, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Putra Perdana Indonesia meminta pemerintah daerah untuk merivisi Perda nomor 15 Tahun 2011 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan Kabupaten Tangerang.

“Ada banyak pertimbangan yang bisa dimasukan ke dalam Perda tersebut,” tandasnya.

Masih kata dia, selain Perda, pihaknya meminta Forum CSR dibubarkan atau diganti. Kerjanya betul-betul tidak terdengar sama sekali. Padahal fungsinya banyak. Termasuk membuat menu (daftar program) yang disodorkan ke perusahan-perusahaan.

Sekadar contoh, lanjut Manarul, CSR diperuntukan bagi bina lingkungan, baik penguatan kapasitas warga maupun pemberdayaan. Faktanya, ada berapa mahasiswa yang mendapat beasiswa dari program CSR?

“Berapa ratus UMKM yang mendapat bantuan permodalan,” tanya pria asal Cikupa ini.

Baik Muis maupun Manarul memperhatikan, kerja forum CSR tidak optimal. Padahal potensinya besar sekali. Terkait bina lingkungan, bisa menyusun kegiatan apa saja sebagai landasan perusahaan mengeluarkan CSR.

“CSR harus tepat sasaran dan fokus pada konsep social depelovment dan sustainable development. Bukan malah membangun jalan dan bedah rumah. Proyek macam itu masuk ranah APBD bukan CSR. Harusnya terkait pembinaan dan penguatan bagi masyarakat sekitar perusahaan,” tukasnya. (cj/ban).

5,700 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment