Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PEMERINTAHANTANGERANG RAYAUncategorized

Bupati Tangerang Minta Jangan Ada Kebijakan Dadakan

×

Bupati Tangerang Minta Jangan Ada Kebijakan Dadakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

TIGARAKSA, (B1) – Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar berharap jangan ada kebijakan yang dadakan seperti kebijakan penutupan tempat wisata di Banten, beberapa waktu lalu.

Example 300x600

Zaki mengatakan surat Instruksi Gubernur terkait penutupan wisata di Provinsi Banten memang dadakan, walaupun mendadak tapi merupakan salah satu langkah yang harus kita lakukan demi meminimalisir penyebaran covid-19 di Banten.

Katanya memang kebijakannya tidak populer dan dadakan. Sehingga tentu saja akan berdampak banyak keluhan. Dan yang tidak setuju di beberapa lokasi wisata yang ada di Kabupaten Tangerang, sama dengan yang terjadi di Serang dan Pandeglang juga di daerah-daerah lain.

“Tapi alhamdulillah secara umum, komunikasi dapat berjalan dengan baik dan Insya Allah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memberikan bantuan kepada para pedagang yang terkena dampak penutupan tempat wisata di Kabupaten Tangerang,” kata Zaki, saat mengikuti rapat virtual dengan Gubernur Banten, Rabu, (20/5/21).

Menurutnya keputusan mengenai penutupan tempat wisata baik dimajukan atau ditambah, Bupati kembali serahkan kepada Gubernur Banten. Karena dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan kesehatan, semua harus dipikirkan dengan baik.

“Ke depan untuk mengantisipasi hal-hal agar tidak terjadi lagi keputusan-keputusan yang dadakan untuk hal-hal yang strategis, mungkin ada baiknya kita mempersiapkan opsi-opsi ataupun langkah-langkah mitigasi dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Zaki secara langsung meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mengirimkan alat tes antigen ataupun PCR, begitu juga dengan vaksin. Karena Kabupaten Tangerang sudah siap 15 ribu vaksin per hari.

Sehingga kalau ada distribusi vaksin dari kementerian ataupun pusat, Kabupaten Tangerang juga mohon dipertimbangkan dan diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin dengan jumlah yang sangat banyak.

“Karena jumlah populasi di Kabupaten Tangerang adalah yang paling tinggi di Provinsi Banten,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, Keputusan yang Ia ambil berupa larangan atau penutupan tempat wisata itu adalah kebijakan yang sangat tidak populer. Akan tetapi keputusan tersebut terpaksa Ia ambil demi kepentingan masyarakat luas, agar tidak terjadi penularan Covid-19 di tempat wisata.

“Kita memahami adanya protes dan ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan yang kita ambil, itu adalah wajar karena dari sekian banyak yang taat ada saja yang tidak taat. Tapi kita mengutamakan kemaslahatan dan keselamatan meskipun pahit dirasakan tetapi itu semua demi kebaikan,” terangnya. (kom/sus).

Example 300250
Example 120x600
Script № 11301 bantensatu.co - PC 3x2 Mob 2x3 after post