Sudah Ada, Warga Sukajadi Tangerang Tolak Gereja BNKP

 

TANGERANG, (B1) – Sejumlah warga serta pengurus RT dan RW di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang melakukan aksi penolakan pembangunan gereja Banua Niha Kriso Protestan (BNKP) di kantor Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (26/3/21).

Sambil membawa spanduk warga meminta pihak kelurahan dan kecamatan menolak izin pembangunan gereja yang merupakan kelompok gereja kristen Protestan yang ada di Pulau Nias, Sumatera Utara tersebut.

Ketua RW 06 Rody mengatakan, penolakan warga tersebut karena munculnya tanda tangan warga untuk syarat dikeluarkan izin pembangunan tempat ibadah. Pasalnya warga yang tinggal disekitar lokasi pembangunan gereja BNKP tidak pernah merasa memberi tanda tangan dan mengumpulkan KTP sebagai bukti persetujuan.

“Hampir seluruh warga yang ada di sekitar lokasi pembangunan gereja termasuk ketua RT dan RW tak pernah merasa memberi tanda tangan dan mengumpulkan KTP sebagai bukti persetujuan. Kalaupun ada yang diminta tanda tangan dan dikumpulkan KTPnya itu bukan warga sekitar dan warga pendatang yang tinggal di kontrakan,” katanya.

Perkataan serupa dsampaikan Ketua RT01/06 Si Hwa yang mengaku pihak pembangunan gereja BNKP tidak pernah berkoordinasi dengan RT setempat.

“Ga pernah bergaul kali. Masa RT dilewatin, langsung ke warga. Warga kontrakan lagi,” kesalnya.

Leni, (42) salah seorang warga yang mengaku tinggal persis di depan lokasi pembangunan gereja BNKP, juga mengaku tidak pernah diminta persetujuan pembangunan gereja.

Leny mengaku penolakan warga karena selain tidak dimintai izin, juga karena di wilayahnya kebanyakan beragama Budha dan tidak ada satupun jemaat gereja BNKP. Telebih, di wilayahnya, sudah ada gereja pula.

“Tentunya dengan keberadaan gereja tersebut nantinya akan banyak pendatang yang masuk mengingat tidak ada warga kami yang merupakan jemaat gereja BNKP. Hal ini tentunya bisa menimbulkan gangguan transportasi warga mengingat saat ini kondisi jalan sangat sempit sehingga jika ada warga yang masuk akan terjadi kemacetan,” ujarnya.

Sementara itu Camat Karawaci Tihar mengaku, dirinya sengaja datang Ke Kelurahan Sukajadi untuk memastikan tidak adanya hal-hal yang diinginkan dengan adanya penolakan warga Kelurahan Sukajadi  terkait pembangunan gereja di wilayahnya.

“Menyampaikan aspirasi itu hak warga hanya saja saya mohon tidak anarki serta karena di masa pandemi COVID-19 diharapkan warga tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” terangnya.

Sedangkan terkait pembangunan gereja dirinya akan memanggil pihak gereja maupun warga yg menolak untuk mengetahui kronologi sebenarnya.

“Yang jelas  saat ini kami dari pihak Kecamatan Karawaci dan termasuk aparat kepolisian dari Polres Metro Tangerang Kota ingin mendengar dari kedua belah pihak,” tukasnya. (way).

6,055 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment