Ananta Wahana Tes Peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Ucapkan Pancasila

TANGERANG, (B1) – Anggota MPR RI Ananta Wahana adakan sosialisasi 4 Pilar MPR RI. Kali ini diadakan Vihara Amaravati, Karawaci, Kota Tangerang, Minggu (21/2/21).

Sebelum memulai Ananta wahana mengawali dengan mengetes beberapa peserta untuk mengucapkan kembali isi Pancasila.

Menurutnya, itu sengaja dilakukannya untuk sedikit mengetahui sejauh mana masyarakat tahu Pancasila yang menjadi dasar negara.

Sebab menurut Wakil Rakyat asal dapil Banten III ini, Ia prihatin karena di media sosial saat ini tengah viral adanya video yang katanya mahasiawa tetapi tidak hafal Pancasila, malah disandingkan dengan orang gangguan jiwa yang katanya juga malah hafal Pancasila.

“Jika itu benar saya sangat prihatin. Karena sebagai dasar negara ada masyarakat  yang kurang hafal Pancasila apalagi mengamalkannya,” kata Ananta.

Namun begitu Ananta mengaku cukup puas, karena ternyata masyarakat Tangerang masih banyak yang hafal Pancasila. Ananta pun langsung mengapresiasinya dengan memberikan hadiah.

Dalam kegiatan ini juga Ananta Wahana mengajak kembali perwakilan dari beberapa generasi untuk berbicara tentang 4 pilar menurut kacamatanya masing-masing.

Mewakili Generasi Y atau Milenial (Kelahiran 1981-1994), Clance Teddy mengatakan, berkat keberadaan Pancasila maka Indonesia bisa berdiri seperti sekarang. Berkat Pancasila pula, Indonesia mampu merawat kebhinekaan sehingga tetap bersepakat untuk merawat dan menjaga Indonesia.

“Daan Mogot contohnya walaupun bukan warga Tangerang dan beragama bukan agama mayoritas di Banten, tetapi rela turut berjuang bersama-sama bagi Indonesia di Tangerang. Dan akhirnya gugur di sini,” terangnya.

Sementara itu mewakili generasi Z (Tahun kelahiran 1995-2010), Abraham Garuda Laksono mengaku kagum dengan para founding father Indonesia yang telah mampu merumuskan Pancasila.

Menurut pemuda yang akrab disapa Abe ini dalam Pancasila terdapat berbagai nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia.

“Saya yakin jika Pancasila bisa dihayati dan diamalkan maka tidak akan ada  orang yang melakukan korupsi atau-atau hal merugikan lainnya bagi bangsa dan negara ini,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak suka pada orang-orang yang menyalahkan satu sama lain. Menurutnya, keberagaman Indonesia harus dijaga dengan baik, karena semua adalah anugerah yang tidak ternilai.

“Kalau ada perbedaan bermusyawarah dan mufakat, sesuai Pancasila. Dan kalau ada yang kesulitan, saling bergotong royong, kan itu yang diajarkan sejak dulu oleh pendiri Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (way).

34,738 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment