TANGERANG, (B1) – Hari ke 2 aksi warga korban gusuran proyek Jalan Tol JORR-II JKC, Kampung Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang di kantor Walikota cukup menegangkan. Warga sempat berhasil menerobos masuk hingga depan pintu masuk Kantor Wali Kota Tangerang, Selasa (15/12/20).
Namun, aksi lebih jauh tidak berlanjut, lantaran petugas SatPol PP Kota Tangerang langsung menghadang aksi warga yang didominasi emak-emak ini.
Sebelumnya, warga berhasil menjebol pagar depan kawasan Pusat Pemerintah Kota (Puspemkot) Tangerang. Warga langsung bersama-sama berlari menuju ruang Walikota Tangerang.
Massa dengan raut kesal dan penuh amarah meneriakan yel-yel anti Wali Kota Tangerang. Bahkan, ada aksi emak-emak yang mengeluarkan dalaman mereka.
“Wali Kota banci… Walikota banci..!!,” teriak massa, sambil melihatkan pakaian dalamnya.
Diketahui sejak kemarin, warga membangun posko kemanusiaan hingga dapur umum. Aksi massa sebelumnya direncanakan hingga 18 Desember mendatang.
Sementara Walikota Tangerang tak kunjung juga mau menemui warga. Hanya ada perwakilan dari bagian hukum Pemkot Tangerang yang menemui warga.
Namun, perwakilan ini tak berhasil menenangkan warga. Karena warga minta Wali Kota yang langsung menemui mereka.
Warga korban gusuran Jalan Tol JORR-II JKC ini, menuntut Wali Kota Tangerang ikut hadir menyelesaikan persoalan atas ganti rugi yang tak kunjung usai, meski kasusnya sudah masuk ranah pengadilan untuk dilakukan mediasi antara pihak-pihak terkait.
Warga tetap minta ganti rugi atas bidang tanah diatas angka Rp2,6 juta yang ditawarkan pihak pengembang.
Warga pun mengancam akan melaporkan kasus yang dialaminya, hingga ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komnas HAM. (cj/tia).
























