KPK Selidiki Kasus Menteri KKP Sejak Lama

 

JAKARTA, (B1) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo atas dugaan gratifikasi ekspor benih lobster (benur), kemarin.

Terungkap bahwa, KPK telah menyelidiki kasus dugaan suap terkait izin ekspor benur tersebut, sejak bulan Agustus lalu.

“Penyelidikan kami mulai di Agustus lalu. Sejak Agustus tentunya bukan waktu yang singkat,” kata Deputi Penindakan KPK Karyoto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, (26/11/20), dini hari.

KPK pun, telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) bersama enam orang lainnya sebagai tersangka.

“Kita mem-“profiling”. Lalu kita juga mengumpulkan semua informasi, baik teknologi maupun perbankan. Ini semuanya kita olah, sehingga kita bisa membuat sebuah potret kejadiannya,” terangnya.

Dikatakan, Edhy merupakan penerima suap bersama lima orang lainnya, yakni Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), pengurus PT ACK Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Amiril Mukminin (AM).

Sementara, sebagai pemberi Direktur PT DPP Suharjito (SJT).
Edhy diduga menerima total Rp9,8 miliar dan 100 ribu dolar AS dalam kasus tersebut.

KPK akan menjerat politisi Gerindara bersama lima orang lainnya dengan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Suharjito akan dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (cpc/red).

4,522 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment