KCD Dindikbud Banten Wilayah Kabupaten Tangerang Beri Pembekalan di SMAN 23

 

TIGARAKSA, (B1) – Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, wilayah Kabupaten Tangerang Mochamad Bayuni lakukan kunjungan ke SMA Negeri 23 Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Senin, (2/11/20). Pada kunjungannya kali ini, selain bersilaturahmi, M. Bayuni juga memberikan pembekalan kepada para guru.
Secara gamblang KCD menjelaskan tentang kondisi pendidikan tingkat SLTA di Provinsi Banten. Menurutnya, Provinsi Banten saat ini di bawah kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumi sangat komitmen untuk memajukan dunia pendidikan.
Dijelaskan, di Provinsi Banten terdapat sekitar 362 sekolah SMA ataupun SMK negeri dan swasta. Pemprov Banten terus berupaya meningkatkan standar mutu pendiidikan. Hal itu agar sejalan tujuan yang ingin dicapai yaitu, terwujudnya pendidikan yang berkualitas nasional.
“Anggaran pendidikan di provinsi Banten, cukup besar dialokasiman. Goal nya, agar pendidikan di Banten mempunyai kualitas dengan daerah lain secara nasional, meski Provinsi Banten, relatif berusian masih muda di banding provinsi lainnya,” kata mantan pejabat Kabupaten Tangerang ini.
Untuk mencapai kualitas seperti yang diharapkan tentulah sekolah harus didukung oleh SDM guru maupun fasilitas sekolah lainnya. Seperti bangunan sekolah yang permanen dan memadai. Juga sarana didukung oleh sarana dan pra sarana lainnnya.
Dengan ketersedian sarana dan pra sarana, diharapkan sekolah dapat membuat atau mengetahui prosentase kelulusan anak didik. Seberapa banyak anak didik yang berhasil melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Apakah ke Perguruan Negeri  atau swasta.
“Semua itu harus diciptakan. Bagaimana caranya ya harus dengan tata kelola sekolah yang baik,” tandasnya.
Beberapa yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu pendidikan yakni ruang kelas, siswa, pendidik, sarana dan pra sarana dan lingkungan sekolah.  Namun demikian guru tetap adalah pointer pertama dari sebuah pendidikan.
Beberapa program yang dilakukan Pemprov Banten dalam bidang pendiidikan, tidak lain untuk meningkatkan kualitas. Salah satu diantaranya, adalah dengan sekolah gratis melalui BOS dan Bosda.
Namun demikian harus diakui, kebutuhan yang berbeda terjadi antara SMA dgn SMK. Sehingga, pemprov Banten terus mencari formulasi yang tepat untuk peningkatan mutu keduanya.
Sementara, bagi tenaga pendidik manfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kompetensinya. Misalnya, dengan mengkuti sertifikasi ataupun mengenyam pendidikan kembali sesuai keahlian yang dijalani di sekolahh.
“Reformasi di dinas pendidikan juga terus dilakukan. Salah satuanya reformasi masalah kepangkatan agar tidak terlalu berbelit-belit. Terakhir, kepada para guru marilah budayakan disiplin pada diri sendiri. Karena guru akan selalu menjadi contoh di masyarakat, lebih khusus bagi anak didik,” tandasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMA Negeri 23 Heru Prasusi mengatakan, sekolahnya sangat membutuhkan sarana dan pra sarana tambahan. Misalnya saja, lahan sekolahnya yang sangat terbatas.
Akibatnya, karena kekurangan ruang kelas dan ruang lainnya, terpaksa sekolah menerapkan siatem shift. Selain itu, sekolahnya juga di hari Sabtu tetap masuk.
“Artinya, bergantian antara yang masuk pagi dengan yang masuk siang. Akibatnya untuk satu tiap jam pelajaran tidak maksimal. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas pelajaran yang mampu diserap anak didik,” ucapnya. (sus/way).

5,614 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment