Keluhkan Pembangunan Apartemen Cartensz, Warga Catalina Temui Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang

 

TIGARAKSA, (B1) – Warga Cluster Catalina, Pagedangan, temui komisi I DPRD Kabupaten Tangerang. Warga, menngeluhkan pembangunam Apartemen Cartensz yang dinilai menggangu warga, Kamis, (15/10/20).

Menurut Darma, (42), warga Catalina mengatakan, sebagai warga terdampak langsung pembangunan, dirinya bersama warga lainnya tak pernah merasa membubuhkan tanda tangan untuk izin lingkungan.

“Ada juga waktu itu ikut tandatangan untuk pembangunan jalan. Apa iya gitu tanda tangan kami dicatut untuk izin lingkungan?,” tanya Darma, usai audensi.

Maka dari itu, kata Darma, pihaknya meminta DPRD Kabupaten Tangerang, mau memperjuangkan hak mereka sebagai warga yang terzolimi.

“Kami mohon agar wakil kami di sini mau memperjuangkan hak kami,” harapnya.

Sonya, warga lainnya mengeluhkan debu pembangunan Apartemen Carstensz yang membuat dirinya dan keluarga sesak nafas.

“Bisa dibayangkan pak dewan jarak pemukiman dengan apartemen cuma tujuh meter. Yang mana debu dari pembangunan hunian vertikal yang hampir 24 jam itu selalu masuk ke rumah saya,” ungkap Sonya, lirih.

Sonya bilang gara-gara debu itu dirinya dengan suami sering cekcok mulut.

“Pernah atap rumah saya kejatuhan batu coran hingga atap bocor dan debunya kemana-mana. Itu membuat kami takut dan selalu was-was tinggal di rumah,” ucapnya.

Diana Sari mengeluhkan air tanah yang semakin surut sejak dimulainya pembangunan Apartemen Carstensz.

“Saya tinggal di situ (Catalina) sejak tahun 91 silam, baru ini merasakan air tanah surut dan terpaksa selama 3 bulan terakhir sama numpang ke tetangga. Kami ini orang kecil pak dewan, untuk beli mesin air yang bagus tidak punya uang. Mohon perjuangkan jeritan hati kami pak,” ujar Diana, sedih.

Sementara, Ketua Komisi I Wahyu Nugraha menegaskan, pihaknya akan turun langsung ke lapangan guna memeriksa perizinan Apartemen Carstensz yang dikeluarkan DPMPTSP.

“Kita akan cek nanti perizinan yang sudah dikeluarkan DPMPTSP. Sesuai enggak dengan Rencana Tata Ruang Tata Wilayah (RT RW) yang dikeluarkan Kabupaten Tangerang,” kata Wahyu.

Pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan terkait debu yang meresahkan warga Cluster Catalina.

“Masalah debu yang dikeluhkan warga itu nanti akan kita periksa juga,” tegasnya.

Wahyu mengaku sangat prihatin pembangunan apartemen mewah di pusat bisnis kawasan Gading Serpong menyisakan sengsara bagi lingkungan sekitar.

“Sayang banget, pembangunan apartemen Carstensz tak memperhatikan warga sekitar. Malah warga dibuat makin susah dan tidak nyaman, akibat debu dan batu coran,” pungkasnya. (cj/an).

9,387 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment