Indonesia Menuju Struktur Penduduk Tua

JAKARTA, (B1) – Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI dr. Kirana Pritasari mengatakan, saat ini negara Indonesia menuju populasi penduduk usia tua.

“Saat ini negara kita dalam transisi menuju struktur penduduk tua (ageing population),” ujarnya, saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2020 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Selasa (22/9/20).

Ia menjelaskan, sesuai proyeksi BPS diperkirakan pada tahun 2019 penduduk lanjut usia sebesar 9,6% akan menjadi 16,77% pada tahun 2035.

“Tentu kita menginginkan memiliki umur panjang, memiliki fisik dan mental yang sehat. Terhindar dari berbagai macam penyakit dan masih mampu memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, tambah dr. Kirana, perlu dilakukan gerakan yang masif memasyarakatkan “Kelanjutusiaan Sehat atau Healthy Aging”, agar seluruh masyarakat dapat melalui proses menua dengan sehat dan memiliki kualitas hidup yang tinggi.

Seiring terjadinya proses menua, juga terjadi proses degeneratif secara alami yang tidak dapat dihindarkan. Tubuh akan mengalami kemunduran fisik, kognitif, dan psikis, sehingga sangat penting untuk menjaga kondisi Lansia tetap sehat selama mungkin.

Sejalan dengan berbagai komitmen global, kebijakan kesehatan lanjut usia telah tertuang sebagai salah satu indikator dalam RPJMN dan Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024. Transformasi sistem kesehatan diperlukan untuk menjamin keterjangkauan akses terhadap pelayanan terintegrasi yang berbasis pada kebutuhan, dan hak lansia.

Dengan demikian, akan banyak dibutuhkan penyesuaian program dan kegiatan kelanjutusiaan yang terfokus terhadap penguatan pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi, pengorganisasian dan sistem pembiayaan, serta layanan yang terintegrasi antar sektor.

“Terlebih di masa pandemi ini, pemanfaatan teknologi dalam pemberian layanan, pembinaan kesehatan serta edukasi masyarakat sangat penting, untuk melindungi kelompok rentan termasuk lansia agar tidak terpapar COVID-19,” tuturnya.

dr. Kirana mengajak semua kalangan untuk bersama-sama melakukan beberapa hal, antara lain. Pertama, meningkatkan kerjasama baik lintas program, lintas sektor, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, serta pihak lainnya dalam upaya peningkatan kesehatan lansia.

Kedua, menggaungkan pelaksanaan Germas dimulai dari keluarga dan ketiga, mendorong lintas generasi yang peduli dan sayang kepada lansia serta mempersiapkan dirinya menjadi lansia yang SMART. (les).

15,603 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment