Polres Lebak Ungkap Misteri Kematian Orang Tua Bunuh Anak

 

LEBAK, (B1) – Kepolisian Resor (Polres) Lebak, Polda Banten, berhasil ungkap kasus penganiayaan anak oleh Orang tua sendiri hingga meninggal. Diduga lantaran kesal dan gelap mata terhadap korban, karena susah menangkap pelajaran

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari laporan aparat desa dan warga. Saat itu warga ziarah pada 12 september 2020, ada kecurigaan warga terhadap makam baru yang tidak ada batu nisannya dan tidak ada info ada warga sekitar yang meninggal beberapa hari terdekat.

Sehingga kecurigaan itu memunculkan keinginan warga untuk mencari tahu, apa yang dikubur di makam TPU Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Lebak, Banten.

“Menindaklanjuti hal tersebut aparat desa dan warga melakukan pembongkaran makam yang disaksikan oleh Polres Lebak. Dari hasil tersebut ditemukanlah ada mayat wanita yang berusia diperkurakan berusia sembilan tahun, masih menggunakan pakaian lengkap. Setelah itu dilakukan identifikasi atas mayat tersebut oleh reskrim Polres Lebak,” terang Edy Sumardi, Rabu, (16/9/20).

Edy Sumardi menyampaikan, melalui identifikasi dan berkoordinasi dengan pihak lainnya, Kasat reskrim Polres Lebak, mendapatkan informasi dari Polsek Metro Setia Budi, Jakarta Selatan, bahwa ada laporan orang tua yang kehilangan anaknya dengan ciri-ciri sama seperti mayat yang ditemukan terkubur.

“Dari hasil informasi tersebut mendatangi alamat yang melaporkan diduga laporan palsu tersebut. Lalu satreskrim Polres lebak mengamankan orang tua pelaku LH (ibu kandung korban) dan IS (ayah korban) di rumah kontrakan, pada hari Minggu, (13/9/20) di jln. Assofa raya kecamatan Kebon jeruk, Jakarta Barat,” beber Edy.

Lanjut Edy, dari hasil interogasi penyidik, orang tua mengakui telah menganiaya korban, sehingga mengakibatkan meninggal. Itu dikarenakan kesal dan gelap mata terhadap korban disebabkan susah menangkap pelajaran melalui online.

“Lalu ibu korban menganiaya korban dengan mencubit, memukul dengan menggunakan gagang sapu  sampai anaknya jatuh ke lantai hingga meninggal dunia. Menurut pengakuan ibu kandung, korban memang sering dianiaya. Penyidik menemukan file foto di hp pelaku dengan kondisi korban lebam mata dan bengkak mulut,” ungkap Edy.

Selanjutnya terang Edy  setelah LH (ibu kandung korban) menganiaya korban hingga meninggal dunia, IS (ayah korban) ikut serta membantu membawa dan menguburkan korban ke TPU kp. Gunung Kendeng, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak yang menempuh waktu 4 jam dari kediamannya di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Ditegaskannya, atas perbuatan tersebut orang tua korban dijerat pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 Atas Perubahan UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 44 ayat (3) UU RI No. 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau pasal 351 ayat (3) KUH Pidana.

“Atas perbuatannya mendapatkan ancaman 15 tahun penjara, dan ditambah sepertiga atau max seumur hidup dikarenakan pelaku orang tua kandung korban,” tegasnya.

Terakhir Edy Sumardi menghimbau, kepada masyarakat khususnya orang tua dimasa pandemi covid-19 ini, pembelajaran-pembelajaran sekolah dilalukan secara online diharapkan orang tua sabar dan teliti. Serta dengan hati mengajarkan anaknya dalam melakukan kegiatan pembelajaran.

“Diharpkan para orang tua mengajarkan anaknya dalam bersekolah online ini dengan penuh kasih sayang dan dengan kesabaran. Jangan dengan penuh amarah bahkan sampai dengan menganiaya anaknya,” pungkasnya. (hum/sus).

1,113 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment