Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Siapkan Sistem Ganjil Genap Sekolah Tatap Muka

 

TIGARAKSA, (B1) – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang, akan menerapkan sistem ganjil genap dalam pembelajaran sekolah tatap muka di masa pandemi covid.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang H. Saifullah. Menurutnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menyiapkan sistem ganjil-genap berdasarkan absensi siswa dalam pembelajaran tatap muka mendatang.

“Andaikan 1 kelas terisi oleh 30 siswa berarti yang akan melaksanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) itu 50 persen nya berarti 15 siswa. Untuk lebih mempermudah guru dan juga siswa kapan harus masuk dan libur, Dinas Pendidikan menggunakan pola nomor urut absensi sekolah. Dengan rincian bahwa nomor urut absen sekolah ganjil masuk di hari pertama nomor urutan absensi genap di hari berikutnya,” terangnya.

Saifullah menambahkan, berikutnya Dindik akan lebih mematangkan sistem agar tidak terjadi penyebaran covid-19. Dari 50 persen yang masuk, Dindik akan membagi lagi dua shift. 16 siswa nomor ganjil terbagi dua shift, 1 dan shif 2 sebanyak masing-masing 8 siswa.

Sehingga satu kali shift satu kelas hanya terisi delapan siswa dan satu orang guru. Karena amanat dari SKB Bersama Menteri, maksimal pembelajaran KBM tatap muka di masa pandemi covid hanya 2 jam.

“Berdasarkan Keputusan Bersama Empat menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Agama, bahwa maksimal ruang kelas apabila akan digunakan harus 50 persen. Sehingga proses memilih siswa 50 persen, kita berdasarkan kapasitas kelas dan absensi siswa,” tutur Ipul, sapaan akrab Kadisdik.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan guna mencegah adanya penumpukan siswa di kelas dan di sekolah. Kemudian sistem ganjil genap dalam pembelajaran akan diberlakukan saat pembelajaran tatap muka di sekolah. Dan dalam satu kelas hanya ada 8 siswa.

“Untuk kapan dimulainya proses belajar tatap muka dengan sistem ganjil genap, nanti akan diputuskan oleh tim Gugus tugas Provinsi Banten,” pungkasnya. (kom/sus).

17,480 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Related posts

Leave a Comment